Usulan Kampung Nelayan Merah Putih di Kelurahan Ketapang Terus Dimatangkan
PANGKALPINANG, DISKOMINFO – Pemerintah Kota Pangkalpinang terus mematangkan persiapan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kelurahan Ketapang. Hal itu dibahas dalam Rapat Koordinasi Persiapan Kegiatan Survei Lapangan Pembangunan Calon Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih yang digelar di Balai Betason Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Senin (8/6/2026).
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Pangkalpinang, David Oktaviandi, mengatakan sejumlah tahapan yang menjadi persyaratan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah dilaksanakan, mulai dari asesmen lahan hingga asesmen sosial ekonomi masyarakat nelayan.
“Beberapa asesmen yang sudah kita lakukan, seperti asesmen lahan, hasilnya sangat baik. Asesmen sosial ekonomi juga sudah dilakukan oleh tim KKP kepada nelayan dan tokoh masyarakat,” ujarnya.
David menjelaskan hampir seluruh dokumen pendukung yang dipersyaratkan telah dilengkapi dan diunggah ke sistem KKP. Saat ini, Pemkot Pangkalpinang masih menyelesaikan beberapa dokumen terkait pemanfaatan aset di lokasi rencana pembangunan.
Kawasan Kampung Nelayan Merah Putih yang diusulkan mencakup lahan sekitar satu hektare atau 10.000 meter persegi di Kelurahan Ketapang. Pemkot juga telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait, seperti Balai Wilayah Sungai, PLN, dan PDAM untuk memastikan kesiapan infrastruktur penunjang apabila program tersebut direalisasikan.
“Kalau persyaratannya tidak lengkap, tentu tidak akan berjalan dan tidak akan disetujui oleh KKP. Karena itu seluruh persyaratan terus kami lengkapi agar prosesnya berjalan sesuai tahapan,” katanya.
Menurut David, program Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya berfokus pada penataan kawasan pesisir, tetapi juga menghadirkan berbagai fasilitas pendukung aktivitas nelayan, seperti dermaga, stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN), unit pengolahan hasil perikanan, serta fasilitas penunjang lainnya.
Masyarakat dan perwakilan nelayan turut menyampaikan sejumlah masukan terkait dampak pembangunan terhadap aktivitas bongkar muat, lokasi tambat labuh kapal, hingga pentingnya sosialisasi mengenai Koperasi Kelurahan Merah Putih yang akan menjadi bagian dari pengembangan kawasan.
Penulis : Coy/Seftia
Editor : Ira/Dedy