City of Thousand Smiles

Pemkot Siap Laksanakan KBM Tatap Muka Januari 2021

0

Pangkalpinang, Diskominfo – Pemerintah Kota Pangkalpinang akan memulai Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka diawal 2021.

 

Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Eddy Supriadi menjelaskan, pembelajaran di masa pandemi yang sebelumnya dilakukan secara daring akan dimulai kembali aktivitas di sekolah pada Januari mendatang. KBM tatap muka dilaksanakan mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) kementerian dan keputusan wali kota.

 

“Insyallah kita siap. Sebelumnya sempat ingin dilakukan KBM Oktober mengacu SKB itu, namun untuk wilayah zona hijau dan kuning. Nah kalau saat ini SKB menyesuaikan kesiapan daerah. Kita akan persiapkan formulasinya dengan protokol kesehatan untuk pelaksanaan aktivitas di sekolah nanti,” ujar Eddy, Selasa (8/12/2020).

 

Dindikbud Kota Pangkalpinang, kata Eddy akan melakukan crosscheck dan mematangkan persiapan untuk pelaksanaan tahun ajaran di 2021 nanti. Sekolah-sekolah juga telah dipersiapkan sarana prasarana sesuai protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan, sabun dan hand sanitizer.

 

“Formulasinya juga sudah dipersiapkan. Mulai dari rasio kehadirannya serta sarana dan prasarana. Nanti akan kita rapatkan kembali untuk cek dan ricek untuk memaksimalkan,” katanya.

 

Eddy menuturkan, KBM akan dimulai dari tingkat PAUD, TK, SD dan SMP. Tentunya berdasarkan protokol kesehatan dengan menerapkan jaga jarak dan rasio kehadiran diatur sehingga tidak menyebabkan penumpukan. Ini yang akan diformulasikan oleh Dindikbud.

 

“Misalnya rasio kehadiran 30 persen atau 50 persen. Jangan sampai terjadi penumpukan. Kursi-kursi diatur jaraknya 1,5 meter dan pembelajaran disesuaikan. Jadi awal ini kita belum pada target kurikulum. Sesuaikan dulu dengan situasi yang ada,” pungkas Eddy.

 

Penyesuaian ini, kata dia, dilakukan agar psikologis anak tidak terganggu selama pandemi. Eddy menyebut, selama pandemi ini kesehatan, keselamatan dan psikologis anak menjadi utama. Menurutnya, pasca dilakukan pembelajaran daring, tidak berdampak atau ada laporan berlebihan mengenai psikologis anak.

 

“Jadi psikologis perkembangan anak harus kita jaga karena sudah terlalu lama tidak aktivitas di sekolah. Jadi ini langkah agar mereka bisa beraktivitas kembali,” ucapnya.

Sumber: 
Diskominfo Kota Pangkalpinang
Penulis: 
Ira | Muarofah
Fotografer: 
Ira
Editor: 
Bagja
Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page