City of Thousand Smiles

Penguatan Literasi Dimulai Dari Rumah Sebagai Pencegahan Radikalisme

0

Pangkalpinang-Diskominfo :

Willy Pramudya selaku praktisi media menyatakan kalau pencegahan radikalisme dan terorisme melalui media massa bisa dicegah dengan memperkuat literasi.

Hal ini dinyatakannya saat menjadi narasumber pada acara bertajuk Ngopi Coi yang digelar Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Bangka Belitung Senin (9/11/2020), menghimbau agar wartawan media massa, pers kampus, guru-guru agar memperkuat literasi.

Sedangkan Setyo Pranowo dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI mengatakan salah satu penyebab potensi radikalisme dan terorisme belakangan ini adalah faktor kemajuan teknologi yang tidak dibarengi dengan literasi bagi masyarakat.

Destruksi informasi menjadikan masyarakat yang tidak siap menjadi gagap karena kesulitan membedakan informasi yang benar dan salah.

“Masyarakat dengan mudah membagikan informasi buang didapatkan tanpa melakukan penyaringan,” ujarnya.

Willy mengatakan untuk media konvensional sudah memiliki pedoman peliputan terorisme berkat kerja sama BNPT dan Dewan Pers. Di Indonesia, manusia yang terkoneksi dengan internet sangat tinggi.

Willy mengungkapkan 85% dari 160juta pengguna aktif media sosial  berselancar menggunakan telepon seluler sehingga memudahkan dalam menyebarkan informasi termasuk konten radikalisme dan terorisme.

Pelaku terorisme di Indonesia teradikalisasi karena belajar secara salah dari internet. Jaringan internet pertama tersebar di antara keluarga dan komunitas paling dekat. Sehingga penguatan literasi dalam keluarga yang merupakan madrasah pertama perlu dihidupkan.

Sumber: Diskominfo Kota Pangkalpinang

Penulis: Septia | Maya. Fotografer: Septia. Editor: Zulfahmi

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page