Pelayanan Kesehatan Ditingkatkan, Pengobatan dan Fasilitas Terus Dikembangkan
PANGKALPINANG, DISKOMINFO — Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan menjadi salah satu fokus Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang pada 2026. Sejumlah layanan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat terus dikembangkan, mulai dari antar obat, kunjungan tenaga kesehatan ke rumah, akses pengobatan menggunakan KTP bagi warga yang memenuhi kriteria, hingga konsultasi dokter secara daring.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang dr. Hisar Mangoloi Manalu mengatakan peningkatan kualitas pelayanan dilakukan di seluruh Puskesmas dan RSUD Depati Hamzah. Pembenahan mencakup akses masyarakat mendapatkan pelayanan, fasilitas dan peralatan kesehatan, kompetensi tenaga kesehatan, hingga pemanfaatan teknologi.
Salah satu layanan yang dikembangkan di RSUD Depati Hamzah adalah Telepon Abang atau Telepharmacist Online dan Antar Obat. Melalui layanan tersebut, pasien dapat memperoleh obat sekaligus layanan pengantaran tanpa harus kembali ke rumah sakit untuk mengambil obat. Layanan ini juga menjadi salah satu bentuk pelayanan yang ditujukan untuk memudahkan pasien, terutama mereka yang memiliki keterbatasan untuk datang kembali ke rumah sakit.
Selain antar obat, tersedia layanan penjemputan pasien dan ambulans bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan cepat. Hisar mengatakan pelayanan kesehatan juga diupayakan tidak hanya menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan, tetapi dapat mendekati warga yang membutuhkan.
Upaya tersebut dilakukan di tingkat Puskesmas melalui Integrasi Layanan Primer (ILP) dan Unit Pelayanan Kesehatan Desa/Kelurahan (UPKDK). Melalui layanan ini, tenaga kesehatan dapat melakukan kunjungan ke rumah bagi keluarga yang memiliki masalah atau risiko kesehatan.
Penguatan layanan primer tersebut juga mencakup upaya promotif dan preventif, seperti pemeriksaan kesehatan gratis serta pencegahan stunting. Dengan pendekatan itu, pelayanan kesehatan tidak hanya berfokus pada pengobatan ketika masyarakat sudah sakit, tetapi juga pada upaya menjaga dan memantau kondisi kesehatan masyarakat.
Kemudahan akses juga diberikan kepada masyarakat yang tidak mampu membiayai layanan kesehatan secara mandiri. Hisar menyebut cakupan Universal Health Coverage (UHC) Kota Pangkalpinang saat ini telah mendekati 99 persen. Bagi warga Pangkalpinang yang masuk kelompok desil 1 hingga 5, layanan kesehatan dapat diakses menggunakan KTP sesuai ketentuan yang berlaku.
Di RSUD Depati Hamzah, pengembangan pelayanan juga dilakukan melalui Poliklinik Terpadu Rawat Jalan yang menggabungkan 27 layanan dokter spesialis dalam satu kawasan. Masyarakat dapat mengakses berbagai layanan spesialistik dalam area yang terintegrasi.
Pengembangan fasilitas medis juga terus dilakukan. RSUD memiliki sejumlah peralatan seperti CT Scan, Mammography dan ESWL. Fasilitas baru juga dikembangkan, di antaranya Gedung Geriatri, Laboratorium Patologi Anatomi dan Unit Transfusi Darah.
Menurut Hisar, pengembangan tersebut juga diarahkan untuk mendukung pelayanan penyakit berisiko tinggi, seperti penyakit jantung, stroke dan kanker, melalui pengembangan layanan dokter spesialis.
Untuk memperluas akses, pelayanan kesehatan juga mulai memanfaatkan teknologi digital. Masyarakat dapat melakukan pendaftaran dan antrean secara daring. RSUD Depati Hamzah juga menyediakan telemedicine untuk memungkinkan konsultasi pasien dengan dokter secara jarak jauh.
Dalam proses rujukan, Sistem Rujukan Terintegrasi (Sisrute) digunakan untuk mendukung rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama ke fasilitas kesehatan rujukan. Dinas Kesehatan juga menyiapkan penambahan jam pelayanan di Puskesmas dan RSUD sehingga masyarakat memiliki pilihan waktu yang lebih luas untuk mendapatkan pelayanan.
Hisar mengatakan peningkatan kualitas pelayanan tidak hanya berkaitan dengan fasilitas dan teknologi. Cara tenaga kesehatan berkomunikasi dengan pasien dan keluarga juga menjadi perhatian.
Tenaga medis dan tenaga kesehatan didorong menerapkan komunikasi terapeutik yang mengedepankan empati dan keramahan. Di RSUD Depati Hamzah, pendekatan tersebut sejalan dengan motto pelayanan “Ikak Sihat, Kami Tersenyum”.
Untuk menjaga kompetensi tenaga kesehatan, Dinas Kesehatan memberikan kesempatan mengikuti pelatihan teknis sesuai profesi, baik melalui pendidikan formal maupun nonformal. Fasilitasi Uji Kompetensi (Ukom) berbasis Computer Assisted Test (CAT) juga dilakukan sebagai bagian dari peningkatan kompetensi tenaga kesehatan.
Kualitas pelayanan kemudian dievaluasi oleh masing-masing unit, baik Puskesmas maupun RSUD. Evaluasi dilakukan untuk melihat kinerja pelayanan dan bagian yang masih perlu ditingkatkan.
Sejumlah capaian turut mendukung pengembangan pelayanan kesehatan tersebut. Selain cakupan UHC yang telah mendekati 99 persen, RSUD Depati Hamzah telah meraih akreditasi paripurna dan mendapatkan penghargaan terkait kualitas pelayanan BPJS.
Berbagai pengembangan itu menjadi bagian dari program Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang pada 2026 yang diselaraskan dengan visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang. Peningkatan dilakukan dari sisi akses, fasilitas, sumber daya manusia hingga teknologi agar pelayanan kesehatan dapat diberikan secara lebih lengkap kepada masyarakat.
Penulis: Ira Kurniati/Maya
Editor: Ira/Dedy