Pelatihan dan Sertifikasi, Bekal Warga Pangkalpinang Menjangkau Dunia Kerja hingga Luar Negeri
PANGKALPINANG, DISKOMINFO – Pelatihan kerja menjadi salah satu ruang bagi masyarakat Kota Pangkalpinang untuk menambah keterampilan dan mempersiapkan diri menghadapi berbagai peluang pekerjaan. Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sekaligus sejalan dengan visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang.

Kesempatan untuk meningkatkan keterampilan tersebut diberikan melalui berbagai pelatihan yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja Kota Pangkalpinang. Bidangnya cukup beragam, mulai dari hospitality dan konstruksi yang banyak dibutuhkan dunia kerja, hingga pelatihan kewirausahaan bagi mereka yang ingin mengembangkan usaha secara mandiri.
Beberapa di antaranya yakni pelatihan TMT peracikan kopi, TMT upskilling fillet welder SMAW 3F, program PEKA atau Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian, serta program peningkatan kapasitas bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) dan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Pangkalpinang Amrah Sakti mengatakan, pelatihan yang diberikan diarahkan untuk meningkatkan kompetensi peserta sehingga mereka memiliki keterampilan sesuai bidang yang dipelajari.
Dalam pelaksanaannya, materi pelatihan disusun berdasarkan kurikulum yang mengacu pada unit kompetensi yang telah ditetapkan Kementerian Ketenagakerjaan. Dengan demikian, peserta mengikuti pelatihan berdasarkan materi dan kompetensi yang sudah ditentukan sesuai bidangnya.
Pelatihan tersebut juga diarahkan pada pengakuan kompetensi peserta. Bagi peserta yang memenuhi ketentuan, sertifikasi kompetensi menjadi bukti atas keterampilan yang telah diperoleh. Sertifikasi tersebut dikeluarkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Sertifikasi itu menjadi salah satu bekal bagi peserta ketika mencari peluang kerja sesuai bidang keterampilannya. Dengan kemampuan yang dimiliki, peluang yang dapat dijangkau tidak hanya berada di Pangkalpinang maupun daerah lain di dalam negeri, tetapi juga dapat berkembang hingga ke pasar kerja luar negeri.
Amrah mengatakan, pelatihan yang diberikan memang diarahkan agar keterampilan yang dimiliki peserta dapat menyesuaikan kebutuhan dunia kerja, termasuk kebutuhan tenaga kerja di luar negeri. Karena itu, bidang pelatihan juga melihat sektor-sektor yang memiliki peluang penyerapan tenaga kerja cukup besar.
Saat ini, hospitality dan konstruksi menjadi beberapa bidang yang mendapat perhatian. Khusus hospitality, kebutuhan tenaga kerja juga cukup terbuka di sejumlah negara. Melalui keterampilan yang diperoleh, warga Pangkalpinang memiliki kesempatan untuk membawa keahliannya ke pasar kerja yang lebih luas.
“Kompetensi mereka bisa dibuktikan dengan sertifikasi. Ini menjadi modal untuk mendapatkan informasi dan kesempatan kerja, baik di dalam negeri maupun di luar negeri,” ujar Amrah.
Selain pelatihan yang diarahkan untuk dunia kerja, Dinas Tenaga Kerja juga menyediakan pelatihan kewirausahaan. Peserta yang mengikuti bidang ini dipersiapkan untuk menggunakan keterampilan yang diperoleh dalam mengembangkan usaha secara mandiri.
Dengan pilihan tersebut, peserta memiliki jalur yang lebih beragam setelah menyelesaikan pelatihan. Mereka dapat menggunakan keterampilannya untuk mencari pekerjaan atau mengembangkan usaha sendiri.
Tahapan berikutnya diberikan melalui program magang. Peserta pelatihan yang memiliki hasil baik dapat dipilih untuk mengikuti magang pada perusahaan yang bidang pekerjaannya sesuai dengan kompetensi mereka.
Program magang menjadi kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan pengalaman langsung di lingkungan kerja. Mereka dapat menerapkan keterampilan yang telah dipelajari sekaligus mengenal pekerjaan dan kebutuhan perusahaan secara lebih dekat.
Amrah mengatakan, program magang tersebut juga telah memberikan hasil bagi peserta. Sebagian besar peserta yang mengikuti magang dapat melanjutkan bekerja di perusahaan tempat mereka menjalani magang.
Rangkaian pelatihan, sertifikasi dan magang tersebut menjadi bagian dari tahapan yang disiapkan Dinas Tenaga Kerja bagi pencari kerja. Prosesnya dimulai sejak masyarakat mendaftarkan diri sebagai pencari kerja.
Setelah terdaftar, dilakukan penelusuran bakat dan minat untuk melihat bidang yang sesuai. Peserta kemudian diseleksi untuk mengikuti pelatihan, dipantau perkembangannya, dan dapat diarahkan ke program magang maupun penempatan kerja sesuai kompetensi.
Bagi peserta yang memiliki peluang untuk bekerja di luar negeri, prosesnya juga dapat diarahkan menuju penempatan internasional. Pada 2026, Dinas Tenaga Kerja Kota Pangkalpinang merencanakan penempatan 20 orang untuk bekerja di luar negeri.
Rencana tersebut menjadi salah satu upaya untuk membuka pasar kerja yang lebih luas bagi masyarakat Pangkalpinang. Tahun berikutnya, peluang penempatan akan dikembangkan dengan beberapa pilihan negara tujuan.
Penempatan tersebut tetap disesuaikan dengan kompetensi peserta serta kebutuhan dan persyaratan pekerjaan di negara tujuan. Dengan demikian, keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan dapat menjadi bekal bagi warga Pangkalpinang untuk mengambil kesempatan kerja di luar daerah hingga ke luar negeri.
Setelah peserta mendapatkan pekerjaan, pemantauan juga tetap dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja. Status pekerjaan mereka dipantau hingga nantinya kembali menjadi pencari kerja, sehingga dapat mengikuti kembali proses pelayanan ketenagakerjaan yang tersedia.
Selain rangkaian pelatihan tersebut, akses pencari kerja untuk bertemu langsung dengan perusahaan juga dibuka melalui Job Fair. Dinas Tenaga Kerja Kota Pangkalpinang menjadwalkan pameran bursa kerja pada 14-15 Oktober 2026 di Aula Pertemuan ISB Atma Luhur.
Sebanyak 17 perusahaan telah bergabung dalam kegiatan tersebut. Job Fair menjadi ruang pertemuan antara perusahaan dengan pencari kerja, sehingga perusahaan dapat bertemu dengan calon tenaga kerja sesuai kebutuhan, sementara pencari kerja dapat melihat berbagai kesempatan yang tersedia.
Kegiatan tersebut juga memberikan informasi mengenai pilihan lain di luar pekerjaan formal. Masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai kewirausahaan dan peluang untuk bekerja secara mandiri.
Dari sisi capaian pelatihan, program yang bersumber dari APBD Kota Pangkalpinang pada 2026 memiliki target 54 peserta melalui tiga subkegiatan. Namun, Dinas Tenaga Kerja juga mendapatkan dukungan pelatihan dari Kementerian Ketenagakerjaan.
Dukungan tersebut membuat jumlah peserta yang mengikuti pelatihan sepanjang 2026 mencapai lebih dari 200 orang. Jumlah tersebut melampaui target 54 peserta yang tercantum dalam Renstra untuk program pelatihan yang bersumber dari APBD.
Pelayanan Dinas Tenaga Kerja juga mencakup pekerja yang sudah berada di dunia kerja. Perhatian tidak hanya diberikan kepada mereka yang sedang mencari pekerjaan, tetapi juga pada aspek perlindungan pekerja melalui jaminan sosial ketenagakerjaan.
Pada 2026, Kota Pangkalpinang menerima penghargaan Universal Coverage Jamsostek dari BPJS Ketenagakerjaan Sumbagsel atas perluasan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Amrah mengatakan, berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam membuka kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kompetensi dan memperoleh akses terhadap dunia kerja.
Ia mengajak para pencari kerja untuk aktif mencari informasi mengenai pelatihan, sertifikasi, magang, Job Fair maupun peluang penempatan yang tersedia di Dinas Tenaga Kerja.
“Pemerintah sudah memfasilitasi. Ini menjadi kesempatan bagi pencari kerja untuk membangun kompetensi dan keterampilan. Tinggal bagaimana kesempatan dan informasi yang ada bisa dimanfaatkan,” kata Amrah.
Penulis: Ira Kurniati/Eka
Editor: Ira/Dedy