Data Inflasi jadi Dasar Kebijakan Jaga Stabilitas Harga di Pangkalpinang
PANGKALPINANG, DISKOMINFO – Badan Pusat Statistik Kota Pangkalpinang menggelar Rilis dan Konferensi Berita Resmi Statistik (BRS) Perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK)/Inflasi Februari 2026 di ruang rapat BPS Kota Pangkalpinang, Senin (2/3/2026).Kegiatan rutin ini menghadirkan Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang, Mie Go, yang mewakili Wali Kota Pangkalpinang.Mie Go menegaskan bahwa rilis BRS bukan sekadar agenda formal penyampaian angka dan indikator, melainkan cerminan objektif atas kondisi sosial dan perekonomian daerah yang dijalani bersama.“Data statistik memberikan kita kesempatan melihat realitas secara jernih, mengevaluasi pencapaian dengan kepala dingin, serta merumuskan langkah ke depan secara lebih terukur. Informasi mengenai indeks harga konsumen atau inflasi menjadi salah satu indikator utama dalam menjaga denyut perekonomian Kota Pangkalpinang agar tetap sehat,” ujarnya.Ia menambahkan, data inflasi membantu pemerintah daerah memastikan kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat, khususnya dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli, terutama bagi kelompok rentan.Memasuki bulan suci Ramadan, perhatian terhadap stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok dinilai semakin penting. Menurutnya, nilai-nilai Ramadan seperti pengendalian diri, keseimbangan, dan kepedulian terhadap sesama sejalan dengan semangat pengendalian inflasi.“Bagaimana memastikan aktivitas ekonomi tetap berjalan wajar, harga tetap terkendali, dan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk,” katanya.Ia juga menekankan pentingnya data yang valid, akurat, dan terpercaya sebagai dasar penyusunan kebijakan yang responsif terhadap dinamika di lapangan. Data statistik, lanjutnya, menjadi rujukan dalam menjaga keterjangkauan harga pangan, memastikan kelancaran distribusi barang dan jasa, serta memperkuat koordinasi lintas sektor bersama seluruh pemangku kepentingan, khususnya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).Pemerintah Kota Pangkalpinang menyadari tantangan pengendalian inflasi semakin kompleks. Faktor pasokan, distribusi, kondisi cuaca, hingga dinamika ekonomi nasional dan global turut memengaruhi pergerakan harga di daerah.Karena itu, upaya pengendalian inflasi tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan memerlukan sinergi yang kuat, komunikasi terbuka, serta kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah daerah, instansi vertikal, pelaku usaha, kalangan akademisi, dan media massa.
Penulis : Coy/Maya
Editor : Ira/Dedy