Rapat Koordinasi Pendidikan Tekankan Sarpras, Digitalisasi, dan Keamanan Siswa
PANGKALPINANG, DISKOMINFO – Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, menghadiri rapat koordinasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang bersama seluruh kepala sekolah SD dan SMP negeri maupun swasta sebanyak 123 orang, yang digelar di Balai Besar Betason Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Senin (26/1/2026).
Dessy menyampaikan sejumlah poin penting yang menjadi perhatian bersama, di antaranya revitalisasi dan peningkatan kualitas sarana dan prasarana sekolah. Ia menegaskan bahwa wali kota dan wakil wali kota sangat konsen terhadap pendidikan dan peningkatan kualitas pendidikan di Kota Pangkalpinang.
Selain itu, Dessy juga menyoroti pentingnya digitalisasi pembelajaran. Menurutnya, dunia pendidikan saat ini telah beradaptasi dengan transformasi digital, sehingga sekolah dan tenaga pendidik harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman serta terus meng-update kemampuan dan keterampilan.
“Sekarang ini sudah beradaptasi dengan transformasi digitalisasi, untuk itu harusnya bisa menyesuaikan dengan zaman dan terus meng-update skill,” ujar Dessy.
Poin berikutnya yang disampaikan adalah terkait implementasi kurikulum dan persiapan tahun ajaran baru. Ia meminta seluruh sekolah agar mempersiapkan segala sesuatunya secara matang dalam menyambut tahun ajaran baru.
Dessy juga menekankan pentingnya penanaman karakter serta keamanan bagi siswa.
Ia menegaskan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi peserta didik, termasuk dalam mencegah dan menangani kasus perundungan atau bullying.
“Sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi siswa. Harus dipantau, terutama kasus bullying sekarang. Ada aduan ke saya terkait kasus tersebut. Makanya harus dipantau. Bullying ini tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Menurut Dessy, isu bullying harus menjadi perhatian dan tanggung jawab bersama seluruh pihak terkait. Terakhir, ia menekankan pentingnya komitmen bersama untuk saling berkoordinasi, bekerja sama, dan sama-sama bekerja dalam memajukan dunia pendidikan.
Terkait aduan pelaksanaan pendidikan, Dessy menyampaikan agar laporan terlebih dahulu disampaikan ke Dinas Pendidikan. Namun, apabila tidak mendapatkan respons, pihak pimpinan siap turun langsung.
“Aduan terkait pelaksanaan pendidikan silakan sampaikan ke kami selaku pimpinan. Tapi sebelumnya sampaikan ke dinas pendidikan dulu. Jika tiga kali tidak ada respons dari dinas tersebut, maka kami akan langsung cek,” katanya.
Ia menambahkan, koordinasi dua arah sangat penting agar tidak terjadi kesalahpahaman informasi antara sekolah, dinas, dan pimpinan daerah.
Penulis : Ira/Maya
Editor : Dedy/Ira