Covid 19

Subscribe to Covid 19 feed
Updated: 2 hours 57 min ago

Presiden Joko Widodo Terima Dosis Kedua Vaksin COVID-19

Wed, 01/27/2021 - 23:16

Presiden RI Joko Widodo menerima dosis kedua, Rabu (21/01/2021), di halaman Istana Kepresidenan di Jakarta selang 14 hari setelah menerima suntikan vaksin COVID-19 dosis pertama.

Selain itu, penyuntikan vaksin COVID-19 dosis kedua ini juga diikuti oleh perwakilan dari tenaga kesehatan, TNI, POLRI, pemuka agama, guru, anak muda, pengusaha, buruh, dan pedagang yang juga sudah menerima dosis pertamanya 2 minggu yang lalu.

Proses vaksinasi COVID-19 akan terus berjalan hingga setidaknya 15 bulan ke depan. Presiden kembali mengingatkan agar pelaksanaan vaksinasi harus berjalan seiring dengan disiplin dalam penerapan protokol kesehatan, agar pandemi lekas usai.

Detail:

  • Tipe: Image
  • Format: JPEG
  • Jumlah File: 3

Unduh Materi

Pasien Sembuh Terus Meningkat Mencapai 10.974 Orang Per Hari

Wed, 01/27/2021 - 23:16

JAKARTA - Perkembangan harian penanganan COVID-19 per 27 Januari 2021, terus meningkatkan kesembuhan harian. Pasien sembuh meningkat lagi menjadi 10.974 orang per hari. Penambahan hari ini meningkatkan jumlah kumulatif  pasien sembuh COVID-19 menjadi 831.330 orang atau persentasenya sebesar 81,2%. 

Untuk penambahan pasien terkonfirmasi positif harian, yakni sebanyak 11.948 kasus. Jumlah kumulatifnya, atau pasien terkonfirmasi positif yang tercatat sejak kasus pertama hingga saat ini, mencapai 1.024.298 kasus. Sementara jumlah terkonfirmasi negatif COVID-19 dari hasil periksa laboratorium, hingga saat ini tercatat mencapai 4.953.830 kasus termasuk tambahan hari ini sebanyak 34.543 kasus. 

Melihat jumlah kasus aktif atau pasien yang masih membutuhkan perawatan, per hari ini berjumlah 164.113 kasus dan persentasenya menjadi 16,0%. Lalu, pada pasien meninggal hari ini bertambah sebanyak 387 kasus dan kumulatifnya mencapai 28.855 kasus atau persentasenya di angka 2,8% dari pasien terkonfirmasi. 

Selain itu, dari hasil uji per hari pada 613 laboratorium jejaring COVID-19, spesimen selesai diperiksa per hari sebanyak 77.788 spesimen dan kumulatifnya 8.959.395 spesimen. Jumlah orang yang diperiksa per hari ini ada 46.491 orang dan kumulatifnya 5.978.128 orang. Untuk jumlah suspek tercatat ada 81.589 kasus. Positivity rate berada di angka 17,1%. Dan pada sebaran wilayah masih berada di 34 provinsi dan 510 kabupaten/kota. 

Selanjutnya, pada perkembangan kesembuhan harian per provinsi, DKI Jakarta hari ini menjadi tertinggi yakni menambahkan pasien sembuh sebanyak 2.970 orang dan kumulatifnya masih yang tertinggi mencapai 229.713 orang. Kedua harian di Jawa Barat menambahkan sebanyak 1.800 orang dan kumulatifnya menempati urutan kedua mencapai 107.620 orang. Jawa Tengah ketiga harian menambahkan pasien sembuh sebanyak 1.650 orang dan jumlah kumulatifnya masih urutan keempat sebanyak 78.356 orang. 

Diikuti Jawa Timur tertinggi keempat harian dengan menambahkan 929 pasien sembuh dan kumulatifnya di tertinggi ketiga mencapai 93.546 orang. Serta Banten hari ini masuk kelima harian menambahkan pasien sembuh sebanyak 836 orang dan kumulatifnya mencapai 13.656 orang. Sementara Sulawesi Selatan hari ini juga banyak menambahkan kesembuhan harian sebanyak 510 orang dan kumulatifnya mencapai 41.210 orang.

Disamping itu, pada sisi penambahan kasus terkonfirmasi positif harian, Jawa Barat dengan menambahkan pasien terkonfirmasi positif sebanyak 3.198 kasus dan kumulatifnya urutan kedua mencapai 134.520 kasus.  DKI Jakarta menjadi kedua tertinggi dengan tambahan 1.836 orang dan kumulatifnya masih tertinggi yaitu mencapai 256.416 kasus. 

Ketiga harian di Jawa Tengah menambahkan pasien terkonfirmasi positif sebanyak 1.797 kasus dan kumulatifnya urutan ketiga mencapai 120.001 kasus. Disusul Jawa Timur keempat harian dengan menambahkan 1.064 kasus dan kumulatifnya masih pada urutan keempat mencapai 109.081 kasus. Dan Kalimantan Timur hari ini kelima tertinggi harian menambahkan 756 kasus dan kumulatifnya mencapai 38.727 kasus. 

Untuk penambahan pasien meninggal harian, Jawa Tengah menjadi yang tertinggi yaitu sebanyak 108 kasus dan kumulatifnya kedua terttinggi sebanyak 5.238 kasus. Diikuti Jawa Barat kedua tertinggi harian menambahkan 106 kasus dan kumulatifnya masih urutan keempat sebanyak 1.638 kasus. 

Ketiga terttinggi harian di Jawa Timur sebanyak 68 kasus dan kumulatifnya masih yang tertinggi bertambah menjadi 7.582 kasus. 
Keempat tertinggi harian berada di DKI Jakarta menambahkan 34 kasus dan kumulatifnya urutan ketiga mencapai 4.111 kasus. Dan kelima harian di  DI Yogyakarta sebanyak 15 kasus dan kumulatifnya mencapai 475 kasus. 
 
Jakarta, 27 Januari 2021

Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional

(ISTA/QQ/YOY)

Banyak Hoaks COVID-19, Masyarakat Harus Saring Info yang Diterima

Wed, 01/27/2021 - 20:15

Jakarta, 26 Januari 2021. Kondisi penyebaran informasi salah atau hoaks di era digital penyebarannya sangat masif, termasuk yang berkaitan dengan pandemi COVID-19 yang berlangsung saat ini. Kondisi diperparah karena masih ada oknum tidak bertanggung jawab yang dengan sengaja membuat dan menyebarkan hoaks. 

Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc, Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika menyampaikan, “Sejak pandemi COVID-19 menyentuh Indonesia Maret 2020 lalu, ada 1387 jenis hoaks yang teridentifikasi,” terangnya dalam Dialog Produktif bertema Tolak dan Waspada Hoaks, yang diselenggarakan Komite Penanganan  COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Selasa (26/1).

Apabila bersifat kesalahan informasi yang tidak sampai mengganggu ketertiban umum, Kominfo memberikan stempel hoaks dan kembali menyebarkan informasi mengenai kekeliruan itu pada masyarakat. Selain itu, langkah lain yang diambil adalah dengan cara men-take down atau menghapus dari sosial media sebagai sumber penyebarannya itu. “Tapi kalau sudah mengganggu ketertiban umum, kita bisa lapor ke polisi untuk ditindaklanjuti. Saat ini sudah ada 134 kasus yang ditangani kepolisian terkait hoaks COVID-19 ini,” terang Semuel Abrijani.

Salah satu hoaks yang sempat mengemuka beberapa waktu lalu adalah terkait meninggalnya seorang tentara usai divaksinasi. Mayor Infantri Sugeng Riyadi, Kepala Staf Kodim 0817/Gresik adalah korbannya. Ia diberitakan meninggal dunia setelah mendapat vaksin COVID-19, Jumat (15/1).

“Saya ditunjukkan melalui pesan WhatsApp, bahwa saya dikabarkan meninggal dunia. Saya pertama kali mendengar berita ini justru dari komandan saya Dandim 0817/Gresik, Letkol Taufik Ismail, kemudian saya diajak foto selfie untuk menangkal berita tidak benar itu,” terang Mayor Sugeng.

“Ini modus baru yang mencampurkan fakta bahwa ada tentara meninggal dan ditautkan dengan fakta pak Mayor Sugeng divaksin,” komentar Semuel Abrijani di saat bersamaan.

Septiaji Eko Nugroho, Ketua Presidium Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) menuturkan lebih lanjut, “Akhir-akhir ini isu dominan adalah hoaks terkait vaksin COVID-19. Kami mencatat ada 83 hoaks terkait dengan vaksin COVID-19, dan viralitasnya cukup tinggi, karena 42% terkait dengan isu keamanan dan kemanjuran termasuk hoaks kematian Mayor Sugeng,” ungkapnya. Penyebaran hoaks ini memiliki beragam motif, termasuk motif ekonomi juga ada juga niat jahat di baliknya.

Lebih lanjut Septiaji menganalisis ada beberapa kelompok masyarakat yang terpengaruh oleh hoaks vaksinasi ini, “Ada kelompok masyarakat yang sebenarnya bukan keluarga antivaksin, anak-anaknya divaksin BCG dan Difteri, tapi mereka lebih percaya teori konspirasi, sehingga menganggap COVID-19 ini flu biasa sehingga tidak perlu divaksin. Kelompok lainnya adalah kelompok yang mau divaksin dan sadar soal pentingnya vaksinasi COVID-19 tapi mereka memiliki bias. Misalnya bias anticina atau antibarat,” terangnya.

Untuk tidak mudah termakan hoaks COVID-19, masyarakat diimbau agar mengkonsumsi informasi dari sumber yang benar dan bisa dipertanggungjawabkan, “Apalagi informasi yang sangat penting yang akan menjadi penentu untuk membuat keputusan dalam hidup kita, maka kita perlu mengenal dokter atau pakar yang bisa kita percaya dan jauhi orang-orang yang tidak kita percayai,” terang Septiaji. Semuel Abrijani menambahkan bahwa risikonya sangat tinggi apabila kita termakan hoaks terkait ini. 

Terakhir Septiaji berpesan, “Ini adalah masa kritis bagi kita semua, jadi informasi yang kita perlu dalam momen kritis ini berasal dari informasi terbaik yang bisa kita cari. Jadi kalau dapat informasi yang berasal dari media sosial atau dari grup WhatsApp jangan langsung percaya. Mari kita lakukan 3S yakni Saring terlebih dahulu informasi tersebut, kalau baik kita sharing (bagikan), namun apabila buruk kita sorong atau kita tolak berita tersebut,” tutupnya.

***********

Tentang Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) - Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) dibentuk dalam rangka percepatan penanganan COVID-19 serta pemulihan perekonomian dan transformasi ekonomi nasional.  Prioritas KPCPEN secara berurutan adalah: Indonesia Sehat, mewujudkan rakyat aman dari COVID-19 dan reformasi pelayanan kesehatan; Indonesia Bekerja, mewujudkan pemberdayaan dan percepatan penyerapan tenaga kerja; dan Indonesia Tumbuh, mewujudkan pemulihan dan transformasi ekonomi nasional. Dalam pelaksanaannya, KPCPEN dibantu oleh Satuan Tugas Penanganan COVID-19 dan Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional.

Tim Komunikasi Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional

( PEN/RDKS/YOY )

Rumah Sakit Tambah Alokasi Kamar Pasien COVID-19 Hingga 40%

Wed, 01/27/2021 - 20:15

Jakarta, 27 Januari 2021 - Setelah libur panjang natal dan tahun baru yang lalu, terjadi kenaikan pasien terkonfirmasi positif COVID-19. Sejak awal pandemi hingga Kamis (26/1) jumlahnya menjadi 1.012.350 pasien. Dampaknya, Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit di Indonesia sudah mencapai 63,66%. Secara nasional ketersediaan tempat tidur bagi pasien positif COVID-19 masih ada, hanya saja apabila dilihat secara kota per kota seperti di Provinsi DKI Jakarta dan Banten, BOR telah mencapai di atas 80%.

Mengatasi situasi tersebut, pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun mengizinkan seluruh rumah sakit di Indonesia, termasuk rumah sakit swasta untuk membuka layanan pasien COVID-19 sejauh memenuhi standar Kemenkes dan memiliki sarana dan fasilitas memadai. Sampai kini sudah tercatat lebih dari 1.600 rumah sakit yang membuka layanan bagi pasien COVID-19.

Prof. dr. Abdul Kadir, Ph.D, Sp. THT-KL(K), MARS, Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes menyampaikan, “Khususnya di rumah sakit yang berada di zona merah, diinstruksikan untuk menambah atau mengalihfungsikan tempat tidur minimal 40% untuk ruang isolasi pasien COVID-19 dan 25% untuk ruang ICU. Untuk rumah sakit yang berada di zona kuning, diinstruksikan mengalih fungsikan tempat tidur sebanyak 30% dan ICU 20%. Untuk zona hijau, diharapkan mengalih fungsikan 25% dan penambahan ICU 15%,” terangnya pada acara Dialog Produktif bertema Peningkatan Kapasitas Rumah Sakit Tangani Pasien COVID-19 yang diselenggarakan oleh Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Rabu (27/1).

Prof. Abdul Kadir mengatakan peningkatan kapasitas perlu dilakukan seiring peningkatan pasien pasca libur natal dan tahun baru. “Oleh karena itu kita menganjurkan agar semua rumah sakit sedapat mungkin mengantisipasi ini untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat kita,” tambahnya. Efektivitas kebijakan ini secara umum menambah kapasitas dan kapabilitas rumah sakit di seluruh Indonesia, “Rumah sakit di bawah Kemenkes terjadi penambahan hampir 2.000 tempat tidur, atau peningkatan tempat tidur pasien COVID-19 dari 17% menjadi 38% dari semua rumah sakit tersebut,” tambah Prof. Abdul Kadir.

Meski begitu, Prof. Abdul Kadir mengatakan penambahan kapasitas ini tidak permanen, Dia mengharapkan bahwa dalam waktu paling lama 1 bulan akan terjadi penurunan jumlah kasus positif usai lonjakan di awal tahun ini. 

Pertamedika selaku perusahaan induk rumah sakit BUMN sudah mempelajari situasi perkembangan kasus COVID-19 ini sejak Maret 2020. “Antisipasi yang dilakukan Pertamedika adalah membuat permodelan setiap tiga bulan sekali, mulai dari penambahan tempat tidur dan penambahan ICU. Sehingga sejak November 2020 kita sudah memodelkan penambahan hingga Januari 2021 ini,” terang Dr.dr. Fathema Djan Rachmat, Sp.B, Sp.BTKV (K), MPH, Direktur Utama Pertamedika.

Sejak bulan Maret 2020 rumah sakit di bawah Pertamedika telah mengalih fungsikan 30% tempat tidur untuk pasien COVID-19, dan ICU bertambah 25%. “Jadi sekarang ini kami mengoperasionalkan lebih dari 3.450 ruangan isolasi pasien COVID-19 dan dan ICU COVID-19 sebanyak 512,” terang Dr. Fathema.

Pertamedika juga bekerjasama dengan rumah sakit baru yang memiliki kapasitas namun belum beroperasional sepenuhnya dalam menangani pasien COVID-19, “Contoh kerjasama dengan RS Universitas Krida yang memberikan kontribusi penambahan 240 tempat tidur, dan ditambah 1.100 tempat tidur, safe house, dan hotel yang kami kelola untuk kasus ringan dan OTG,” tambah Dr. Fathema.

Sejauh ini kewajiban Kemenkes kepada rumah sakit juga berjalan lancar, Prof. Abdul Kadir menerangkan, “Pembayaran Kemenkes sudah berjalan lancar, sejauh ini kita sudah melakukan pembayaran hampir Rp15 triliun kepada 1.683 rumah sakit,” imbuhnya.

Hal ini juga dibenarkan oleh Dr. Fathema, “Secara umum pembayaran Kemenkes dan verifikasi BPJS cukup lancar. 50% biaya perawatan di depan oleh Kemenkes pada rumah sakit dilakukan dengan sangat baik,” terangnya.

Selanjutnya Dr. Fathema optimistis bahwa tahun 2021 Indonesia berkesempatan pulih dengan cepat, “Karena kita sudah masuk program vaksinasi ditambah 3M dan 3T sehingga kita bisa berlari mengambil kesempatan untuk memutus pandemi COVID-19 ini,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Prof. Abdul Kadir mengatakan, “Semua strategi mulai dari penegakan 3M dan 3T harus benar-benar dijalankan. Mudah-mudahan dengan program vaksinasi yang sedang kita lakukan melengkapi usaha kita dalam memutus mata rantai penularan COVID-19 ini,” tutupnya.

***********

Tentang Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) - Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) dibentuk dalam rangka percepatan penanganan COVID-19 serta pemulihan perekonomian dan transformasi ekonomi nasional.  Prioritas KPCPEN secara berurutan adalah: Indonesia Sehat, mewujudkan rakyat aman dari COVID-19 dan reformasi pelayanan kesehatan; Indonesia Bekerja, mewujudkan pemberdayaan dan percepatan penyerapan tenaga kerja; dan Indonesia Tumbuh, mewujudkan pemulihan dan transformasi ekonomi nasional. Dalam pelaksanaannya, KPCPEN dibantu oleh Satuan Tugas Penanganan COVID-19 dan Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional.

Tim Komunikasi Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional

( PEN/RDKS/YOY)

 

[SALAH] Minum Air Kelapa Sebagai Penangkal Racun Usai Divaksin

Wed, 01/27/2021 - 20:15

Hasil Periksa Fakta Ani Nur MR (Universitas Airlangga).

Klaim yang salah. Vaksin tidak mengandung racun. Menurut juru bicara program vaksinasi COVID-19 dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), kedua hal tersebut tidak berhubungan. Vaksin COVID-19 Sinovac tidak mengandung racun sehingga tidak perlu dinetralkan dengan air kelapa. Adapun air kelapa sendiri juga tidak dapat menetralkan racun.

Selengkapnya baca di PENJELASAN dan REFERENSI.

====

KATEGORI: Konten yang Menyesatkan

====

SUMBER: Facebook

http://archive.vn/E1EsY

====

NARASI:

Produksi SINOVAC

Buat anggota grup tretan sedejeh yg sudah diVaksin karena dapat undangan, mohon siapkan kelapa ijo jgn lupa, Bagi yg belum diVaksin persiapkan diri, Insya ALLAH air klapa ijob bisa jadi penawar effect racun Vaksin, Amin Ya Robbal Alamin

====

PENJELASAN:

Akun Facebook bernama Agok membagikan postingan yang mengklaim bahwa air kelapa dapat digunakan sebagai penangkal racun vaksin COVID-19. Narasi serupa juga beredar di WAG (Whatsapp Group). Postingan mengenai air kelapa sebagai penangkal racun vaksin COVID-19 beredar bersamaan dengan program vaksinasi yang sedang digalakan pemerintah RI pada awal bulan Januari 2021 lalu.

Salah satu klaim para penolak vaksin adalah vaksin untuk COVID-19 mengandung racun sehingga berbahaya jika dikonsumsi. Maka dari itu, dianjurkan untuk meminum air kelapa untuk menetralisir racun yang ada setelah divaksin.

Melansir dari health.detik.com, juru bicara program vaksinasi COVID-19 dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Lucia Rizka Andalusia, mengungkapkan vaksin COVID-19 tidak mengandung racun. Hal ini dikarenakan, virus yang ada dalam vaksin sudah dimatikan dan dapat merangsang pembentukan antibodi.

“Hal tersebut tidak benar, karena vaksin ini bukan racun. Vaksin ini dari virus yang sudah dimatikan yang dapat merangsang pembentukan antibodi setelah disuntikkan,” ungkapnya kepada detikcom, Kamis (21/1/2021).

Selain itu, Lucia mengungkapkan bahwa antara vaksin dan air kelapa tidak akan berhubungan, hal ini dikarenakan vaksin disuntikkan sehingga masuk ke otot lengan sedangkan air kelapa akan masuk ke lambung.

Sejalan dengan pernyataan tersebut, Ahli Gizi KONI DKI Jakarta sekaligus APKI Approved Educator, Irtya Qiyamulail, memberikan penjelasan bahwa vaksin COVID-19 tidak mengandung racun sehingga tidak perlu dinetralisir.

“Belum ada penelitian apapun yang menyatakan bahwa air kelapa hijau bisa menetralkan atau mengganggu fungsi dari vaksin. Selain itu, isi dari vaksin covid-19 adalah virus yang sudah dimatikan, aluminium hidroksida untuk meningkatkan kemampuan vaksin, fosfat sebagai stabilizer, dan natrium klorida sebagai isotonis.”

“Dari sini bisa dilihat bahwa tidak ada kandungan racun yang perlu dinetralisir ataupun dikhawatirkan seperti apa yang disampaikan pada berita tersebut,” ucap Irtya, dalam artikel liputan6.com, Kamis (21/1/2021).

Bersumber dari Tim Cek Fakta liputan6.com saat menghubungi Juru Bicara PT Kimia Farma, Bambang Heriyanto, menegaskan bahwa vaksin Sinovac aman digunakan, karena telah lulus uji standart dari BPOM, WHO, dan syarat kehalalan dari MUI.

Adapun fungsi dari air kelapa sendiri, menurut Medical Manager Consumer Health Division PT Kalbe Farma, dr. Helmin Agustina Silalahi, mengungkapkan tidak ada bukti penelitian yang membuktikan air kelapa dapat menetralkan racun. Lebih lanjut, dilansir dari halodoc.com, dr. Fadhli Rizal Makarim menjelaskan air kelapa hanya dapat meringankan gejala keracunan makanan, bukan menetralkan racun. Seseorang yang keracunan perlu perawatan medis lebih lanjut.

Berdasarkan data yang terkumpul dapat disimpulkan bahwa, vaksin COVID-19 Sinovac tidak mengandung racun sehingga tidak perlu dinetralisir dengan air kelapa, selain itu tidak ada bukti ilmiah yang menjelaskan air kelapa dapat menetralisir racun. Sehingga klaim dari Agok adalah HOAX dan termasuk kategori Konten yang Menyesatkan.

====

REFERENSI:

https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5342601/viral-anjuran-minum-air-kelapa-untuk-netralkan-vaksin-covid-19-ini-faktanya

https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4462990/cek-fakta-tidak-benar-air-kelapa-hijau-bisa-netralkan-fungsi-vaksin-simak-penjelasannya

https://www.halodoc.com/artikel/mengapa-air-kelapa-digunakan-sebagai-obat-keracunan-makanan

https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4373948/benarkah-minum-air-kelapa-bisa-menetralkan-racun

====

Penulis: Ani Nur MR

Editor: Bentang Febrylian

The post [SALAH] Minum Air Kelapa Sebagai Penangkal Racun Usai Divaksin appeared first on [TurnBackHoax].

Analisis Data COVID-19 Indonesia (Update Per 24 Januari 2021)

Wed, 01/27/2021 - 20:15

Alur dan Sumber Data

  1. Sumber data yang digunakan dalam analisis ini merupakan data yang berasal dari Kementerian Kesehatan.
  2. Satuan Tugas Penanganan COVID-19 menerima data konfirmasi kasus positif dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) dengan sistem New All Record yang kemudian diverifikasi oleh Public Health Emergency Operating Center (PHEOC) dan dikirimkan melalui Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Kesehatan.
  3. Data individual dari Pusdatin Kementerian Kesehatan masuk ke sistem Bersatu Lawan COVID (BLC) di bawah Satuan Tugas Penanganan COVID-19 dan diterima setiap hari.
  4. Data individual pasien di rumah sakit (termasuk OTG, ODP, PDP, positif yang kini disebut kasus suspek dan terkonfirmasi) didapatkan melalui sistem RS Online yang dikelola oleh Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan dan dikirimkan oleh Pusdatin Kemenkes.
  5. Data COVID-19 bersifat sangat dinamis sehingga dapat berubah sesuai dengan hasil verifikasi yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan.
  6. Data yang masuk ke dalam sistem BLC akan dilakukan analisis harian dan mingguan yang dapat diakses pada website: https://covid19.go.id.

Laporan Analisis Data COVID-19 ini disusun oleh Bidang Data & IT Satuan Tugas Penanganan COVID-19.

Unduh Laporan

Monitoring Kepatuhan Protokol Kesehatan Tingkat Nasional (Update Per 24 Januari 2021)

Wed, 01/27/2021 - 20:15

Alur dan Sumber data

  • Data monitoring perubahan perilaku didapatkan berdasarkan laporan real-time para personil TNI, POLRI, dan duta perubahan perilaku menggunakan aplikasi perubahan perilaku yang tersambung dengan sistem Bersatu Lawan Covid-19 (BLC): satu data Covid-19 Nasional.
  • Data dikirimkan secara real-time pada lokasi titik-titik kerumunan yang mencakup pasar, tempat wisata, jalan umum, tempat olahraga publik/RPTRA, rumah atau wilayah pemukiman, restoran/kedai, kantor, mall, stasiun, bandara, terminal, sekolah, dan lainnya.
  • Laporan yang dikirimkan mencantumkan foto hasil pemantauan.
  • Laporan personil dapat dilihat dan dievaluasi secara berjenjang sesuai dengan wilayah kerja satuan (contoh TNI: Kodam, Korem, Kodim, dan jajarannya, serta POLRI: Polda, Polres, Polsek, dan jajarannya).
  • Data yang tertuang pada laporan ini merupakan gabungan pelaporan seluruh personil TNI, POLRI, dan duta perubahan perilaku di seluruh wilayah Indonesia dan dievaluasi secara mingguan.
  • Pelaporan ini dapat berjalan atas koordinasi dan kolaborasi yang baik dengan seluruh jajaran TNI, POLRI, dan Bidang Perubahan Perilaku Satuan Tugas Penanganan Covid-19.

Laporan Analisis Data COVID-19 ini disusun oleh Bidang Data dan IT Satuan Tugas Penanganan COVID-19.

Unduh Laporan

[SALAH] Kumham Hapus Sanksi Pidana setelah Anak Buah Megawati Tolak Vaksin

Wed, 01/27/2021 - 02:15

Hasil Periksa Fakta Luthfiyah Oktari Jasmien (Institut Agama Islam Negeri Surakarta).

Informasi tersebut tidak benar. Faktanya, hal tersebut sudah dibantah oleh Menteri Hukum dan HAM dan sanksi yang diberikan berupa sanksi administratif bukan sanksi pidana.

Selengkapnya pada penjelasan!

= = = = =

KATEGORI: Konten yang Menyesatkan

= = = = =

SUMBER: Facebook
https://archive.vn/ptWH9

= = = = =

NARASI:

Dalam gambar
“Usai Anak Buah Megawati Tolak Divaksin, Kumham Lansung Hapus Sanksi Pidana”

Caption postingan
“Cemen.!!!
Negara kalah samas sorang nenek yang merasah bangg sbagai anak peka’ih”

= = = = =

PENJELASAN:

Akun Facebook bernama Muhammad Saisal pada 19 Januari 2021 memposting sebuah gambar yang terdapat narasi bahwa sanksi pidana jika menolak divaksin telah dihapus oleh Kumham setelah anak buah Megawati menolak divaksin.

Setelah ditelusuri, melansir dari wartakota.tribunnews.com Menteri Hukum dan HAM membantah terkait informasi sanksi pidana bagi warga masyarakat yang menolak vaksin. Yasonna Laoly juga menghimbau masyarakat untuk mengikuti program vaksinasi Covid-19. Bagi mereka yang tidak mengikuti Vaksin Covid-19 tetap akan diberi sanksi berupa sanksi administratif agar dapat mendorong masyarakat untuk ikut bersama-sama dalam program vaksinasi untuk mengatasi pandemi Covid-19.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menjelaskan terkait sanksi akan diberikan kepada masyarakat yang memenuhi kriteria vaksinasi, tetapi menolak disuntik vaksin.

Aturan ini tertuang dalam Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Covid-19.


Namun, Pemprov DKI Jakarta memberikan pengecualian bagi masyarakat yang tidak memenuhi kriteria vaksinasi. Berdasarkan Pasal 30 Perda Nomor 2 Tahun 2020, penolak vaksin Covid-19 akan didenda Rp5 juta. Pasal 30 berbunyi: Setiap orang yang dengan sengaja menolak untuk dilakukan pengobatan dan/atau vaksinasi Covid-19, dipidana dengan pidana denda paling banyak sebesar Rp5.000.000. Pasal 30 perda tersebut diketahui digugat ke Mahkamah Agung (MA). Sedangkan Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta tidak menerapkan sanksi kepada masyarakat yang menolak vaksinasi Covid-19.

Dengan demikian, klaim bahwa Kumham menghapus sanksi pidana setelah anak buah megawati tolak vaksin tidak benar. Informasi tersebut sudah dibantah oleh Menteri Hukum dan HAM dan sanksi yang diberikan berupa sanksi administratif, sehingga masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.

= = = = =

REFERENSI:

https://wartakota.tribunnews.com/amp/2021/01/13/breaking-news-menkumham-yasonna-laoly-tegaskan-tidak-ada-sanksi-pidana-penolak-vaksin-covid-19

https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/ZkeY188k-cek-fakta-pemerintah-hapus-sanksi-pidana-penolak-vaksinasi-covid-19-ini-faktanya

https://palembang.tribunnews.com/2021/01/05/berikut-sanksi-yang-akan-diterima-masyarakat-jika-menolak-vaksin-covid-19?page=all

https://m.republika.co.id/berita/qna4r1284/yogyakarta-tak-sanksi-masyarakat-yang-tolak-vaksin-covid19

Penulis: Luthfiyah Oktari Jasmien
Editor: Bentang Febrylian

The post [SALAH] Kumham Hapus Sanksi Pidana setelah Anak Buah Megawati Tolak Vaksin appeared first on [TurnBackHoax].

Pasien Sembuh COVID-19 Terus Bertambah Hingga Mencapai 820.356 Orang

Tue, 01/26/2021 - 20:15

JAKARTA - Perkembangan harian penanganan COVID-19 per 26 Januari 2021, jumlah pasien sembuh masih melebihi 10 ribu orang per hari atau tepatnya 10.868 orang. Penambahan harian ini kembali meningkat dari angka tertinggi sebelumnya yaitu 10.678 orang per hari. Dengan penambahan hari ini, semakin meningkatkan kesembuhan kumulatif mencapai 820.356 orang atau persentasenya 
sebesar 81%. 

Untuk penambahan pasien terkonfirmasi positif harian, yakni sebanyak 13.094 kasus. Jumlah kumulatifnya, atau pasien terkonfirmasi positif yang tercatat sejak kasus pertama hingga saat ini, mencapai 1.012.350 kasus. Sementara jumlah terkonfirmasi negatif COVID-19 dari hasil periksa laboratorium, hingga saat ini tercatat mencapai 4.919.287 kasus termasuk tambahan hari ini sebanyak 35.003 kasus. 

Melihat jumlah kasus aktif atau pasien yang masih membutuhkan perawatan, per hari ini berjumlah 163.526 kasus dan persentasenya menjadi 16,2%. Lalu, pada pasien meninggal hari ini bertambah sebanyak 336 kasus dan kumulatifnya mencapai 28.468 kasus atau persentasenya di angka 2,8% dari pasien terkonfirmasi. 

Selain itu, dari hasil uji per hari pada 613 laboratorium jejaring COVID-19, spesimen selesai diperiksa per hari sebanyak 75.194 spesimen dan kumulatifnya 8.881.607 spesimen. Jumlah orang yang diperiksa per hari ini ada 48.097 orang dan kumulatifnya 5.931.637 orang. Untuk jumlah suspek tercatat ada 82.156 kasus. Positivity rate berada di angka 17,1%. Dan pada sebaran wilayah masih berada di 34 provinsi dan 510 kabupaten/kota. 

Selanjutnya, pada perkembangan kesembuhan harian per provinsi, DKI Jakarta hari ini menjadi tertinggi yakni menambahkan pasien sembuh sebanyak 2.939 orang dan kumulatifnya masih yang tertinggi mencapai 226.743 orang. Kedua harian di Jawa Barat menambahkan sebanyak 2.248 orang dan kumulatifnya menempati urutan kedua mencapai 105.820 orang. 

Jawa Tengah urutan ketiga harian menambahkan pasien sembuh sebanyak 1.676 orang dan jumlah kumulatifnya masih urutan keempat sebanyak 76.706 orang. Diikuti Jawa Timur urutan keempat harian dengan menambahkan 833 pasien sembuh dan kumulatifnya di urutan ketiga mencapai 92.617 orang. Dan Sulawesi Selatan menjadi urutan kelima harian menambahkan pasien sembuh sebanyak 504 orang dan kumulatifnya mencapai 40.700 orang. 

Disamping itu, pada sisi penambahan kasus terkonfirmasi positif harian, Jawa Barat dengan menambahkan pasien terkonfirmasi positif sebanyak 3.924 kasus dan kumulatifnya urutan kedua mencapai 131.322 kasus. DKI Jakarta menjadi kedua tertinggi dengan tambahan 2.314 orang dan kumulatifnya masih tertinggi yaitu mencapai 254.580 kasus. 

Ketiga harian di Jawa Tengah menambahkan pasien terkonfirmasi positif sebanyak 1.678 kasus dan kumulatifnya urutan ketiga mencapai 118.204 kasus. Disusul Jawa Timur keempat harian dengan menambahkan 967 kasus dan kumulatifnya masih pada urutan keempat mencapai 108.017 kasus. Dan Kalimantan Timur hari ini masuk urutan kelima menambahkan 557 kasus dan kumulatifnya mencapai 37.971 kasus. 


Untuk penambahan pasien meninggal harian, Jawa Tengah menjadi yang tertinggi yaitu sebanyak 112 kasus dan kumulatifnya sebanyak 5.130 kasus. Lalu urutan kedua harian berada di Jawa Timur sebanyak 74 kasus dan kumulatifnya masih yang tertinggi bertambah menjadi 7.514 kasus. 

DKI Jakarta ketiga harian menambahkan 46 kasus dan kumulatifnya urutan ketiga mencapai 4.077 kasus. Urutan keempat berada di Jawa Barat menambahkan 13 kasus dan kumulatifnya masih urutan keempat sebanyak 1.532 kasus. Dan urutan kelima harian di Kalimantan Timur sebanyak 9 kasus dan kumulatifnya mencapai 955 kasus. 
 

 
Jakarta, 26 Januari 2021

Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional

(ISTA/QQ/YOY)

[SALAH] Karena Disuntik Vaksin, Dokter di Palembang Meninggal

Tue, 01/26/2021 - 17:14

Hasil Periksa Fakta Gabriela Nauli Sinaga (Universitas Sumatera Utara)

Faktanya dokter yang meninggal bukan karena disuntik vaksin. Hasil visum menunjukkan bahwa dokter tersebut meninggal karena kekurangan oksigen akibat serangan jantung.

Selengkapnya ada di penjelasan.

====

[KATEGORI]:
MISLEADING CONTEN/Konten Menyesatkan

=====

[SUMBER]:
FACEBOOK

archive.vn/Di5KW

=====

[NARASI]:

ALLAHUMMAGHFIRLAHU
Semalam sahabatku (dokter, 49 thn) ditemukan wafat di mobilnya. Kamis kemarin ia divaksin. Ia tidak punya comorbid & tak ada riwayat dirawat di rumah sakit.

Apakah ini ada hubungannya dgn vaksin? Perlu penjelasan dari dinkes kota sebagai penanggungjawab vaksin sekaligus lembaga di mana sahabatku mengabdi. Sebagai dokter saya sdh bilang bhw pemberian vaksin atau obat apapun harus benar2 ilmiah dg jaminan safety & efficacy yg baik.

Tidak ada yg kebetulan di dunia ini dan tidak ada mushibah termasuk kematian kecuali sudah digariskan oleh Allah. Manusia diberi kebebasan bersikap & bertindak sesuai dgn kapasitas keilmuannya. Karena itu saya tak jemu mengingatkan utk selalu memutuskan, bersikap & berbuat berdasarkan ilmu bukan berdasar kepentingan.

Moga para pemimpin bijak dalam hal apapun krn mereka akan diminta pertanggungjawabannya.

“Selamat jalan sahabatku, Allah menyayangimu”

=====

[PENJELASAN]:

Sebuah akun bernama Prof. Yuwono mengunggah foto dengan narasi yang mengklaim bahwa seorang dokter di Palembang, meninggal usai menerima suntikan vaksin. Unggahan ini pun beredar dan telah dibagikan lebih dari 1.000 kali dengan 1.000 komentar.

Namun, setelah dilakukan pengecekan fakta, klaim ini ternyata adalah hoaks. Melansir dari artikel Liputan6, Kasi Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Palembang, Yudhi Setiawan mengatakan bahwa memang benar ada dokter berinisial JF yang meninggal dunia. Namun dirinya menjelaskan bahwa meninggalnya JF bukan akibat dari suntikkan vaksin.

“Berdasarkan pemeriksaan dokter forensik, yang bersangkutan meninggal karena kekurangan oksigen. Tidak ada hubungannya dengan vaksin yang diberikan.”

Melalui hasil visum yang dilakukan, menunjukan bahwa JF meninggal dunia karena kekurangan oksigen akibat serangan jantung.

Meskipun JF sempat menerima suntikkan vaksin pada 21 Januari 2021, namun Yudhi memastikan bahwa JF masih dalam keadaan sehat setelah disuntik. JF tidak menunjukkan gejala apapun yang biasa timbul akibat suntikkan vaksin.

Yudhi juga menjelaskan, bila terjadi suatu reaksi pada tubuh seseorang yang menjalani vaksinasi, pasti hal tersebut akan cepat diketahui. Sebab reaksi yang timbul bisa terjadi dalam beberapa menit setelah vaksinasi dilakukan. Itulah mengapa, salah satu prosedur vaksinasi yang wajib dilakukan adalah setiap orang yang baru saja menjalani suntik vaksin, harus menunggu selama 30 menit di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) sebelum akhirnya diperbolehkan pulang.

“Sehingga bisa diketahui apakah ada reaksi yang terjadi atau tidak. Itu SOP yang sudah diterapkan dalam proses vaksinasi,” ujarnya.

Jadi dapat disimpulkan bahwa narasi yang menyatakan bahwa dokter di Palembang meninggal karena disuntik vaksin adalah hoaks kategori misleading content atau konten menyesatkan.

=====

[REFERENSI]:

https://m.liputan6.com/cek-fakta/read/4465062/cek-fakta-tidak-benar-dokter-di-palembang-meninggal-dunia-usai-divaksin-covid-19

https://m.tribunnews.com/regional/2021/01/24/fakta-dokter-ditemukan-tewas-di-dalam-mobil-sehari-setelah-divaksin-diduga-karena-sakit-jantung

=====

Penulis: Gabriela Nauli Sinaga
Editor : Bentang Febrylian

The post [SALAH] Karena Disuntik Vaksin, Dokter di Palembang Meninggal appeared first on [TurnBackHoax].

Pasien Sembuh COVID-19 Mencapai Lebih Dari 10 Ribu Per Hari

Mon, 01/25/2021 - 23:14

JAKARTA - Perkembangan harian penanganan COVID-19 per 25 Januari 2021, jumlah pasien sembuh melebihi 10 ribu orang per hari atau tepatnya 10.678 orang. Penambahan kesembuhan hari ini menjadi pencapaian tertinggi dari angka sebelumnya yaitu 9.912 orang per hari pada 23 Januari 2021. Dengan penambahan hari ini, semakin meningkatkan kesembuhan kumulatif mencapai 809.488 orang atau persentasenya 
sebesar 81%. 

Penambahan pasien sembuh hari ini kembali melampaui penambahan pasien terkonfirmasi positif harian, yakni sebanyak 9.994 kasus. Jumlah kumulatifnya, atau pasien terkonfirmasi positif yang tercatat sejak kasus pertama hingga saat ini, mencapai 999.256 kasus. Sementara jumlah terkonfirmasi negatif COVID-19 dari hasil periksa laboratorium, per hari ini sebanyak 24.586 kasus dan kumulatifnya 4.884.284 kasus. 

Melihat jumlah kasus aktif atau pasien yang masih membutuhkan perawatan, per hari ini berjumlah 161.636 kasus dan persentasenya menjadi 16,2%. Lalu, pada pasien meninggal hari ini bertambah sebanyak 297 kasus dan kumulatifnya mencapai 28.132 kasus atau persentasenya di angka 2,8% dari pasien terkonfirmasi. 

Selain itu, per hari ini juga jumlah jejaring laboratorium COVID-19 di Indonesia bertambah menjadi 613 laboratorium terdiri dari 483 laboratorium RT-PCR, 74 laboratorium TCM dan 56 laboratorium RT-PCR dan TCM. Dari data harian hasil uji pada laboratorium-laboratorium tersebut jumlah spesimen selesai diperiksa per hari sebanyak 51.906 spesimen dan kumulatifnya 8.806.413 spesimen. 

Jumlah orang yang diperiksa per hari ini ada 34.580 orang dan kumulatifnya 5.883.540 orang. Untuk jumlah suspek tercatat ada 84.621 kasus. Positivity rate berada di angka 17%. Dan pada sebaran wilayah masih berada di 34 provinsi dan 510 kabupaten/kota. 

Selanjutnya, pada perkembangan kesembuhan harian per provinsi, DKI Jakarta hari ini menjadi tertinggi yakni menambahkan pasien sembuh sebanyak 2.504 orang dan kumulatifnya masih yang tertinggi mencapai 223.804 orang. Kedua harian di Jawa Tengah angka kesembuhan per hari ini meningkat signifikan menambahkan pasien sembuh sebanyak 2.371 orang. Untuk jumlah kumulatifnya masih urutan keempat sebanyak 75.030 orang, 

Urutan ketiga harian di Jawa Barat menambahkan sebanyak 1.231 orang dan kumulatifnya menempati urutan kedua mencapai 103.572 orang. Jawa Timur urutan keempat harian dengan menambahkan 842 pasien sembuh dan kumulatifnya di urutan ketiga mencapai 91.784 orang. Dan Sulawesi Selatan menjadi urutan kelima harian menambahkan pasien sembuh sebanyak 535 orang dan kumulatifnya mencapai 40.196 orang. 

Selain lima besar provinsi tertinggi menambahkan kesembuhan harian, terdapat provinsi-provinsi lain yang menambahkan kesembuhan harian cukup banyak diantaranya Kalimantan Timur menambahkan sebanyak 461 orang kumulatifnya menjadi 30.074 orang, DI Yogyakarta sebanyak 408 orang dan kumulatifnya 13.138 orang, Bali 306 orang dan kumulatifnya 20.318 orang dan Banten 300 orang dan kumulatifnya mencapai 12.477 orang.

Disamping itu, pada sisi penambahan kasus terkonfirmasi positif harian, DKI Jakarta masih menjadi yang tertinggi dengan tambahan 2.451 orang menurun cukup banyak dibandingkan sehari sebelumnya sebanyak 3.512 kasus. Per hari ini, provinsi ibukota sudah mencatat jumlah kumulatifnya masih tertinggi yaitu mencapai 252.266 kasus. Kedua harian berada di Jawa Barat dengan menambahkan pasien terkonfirmasi positif sebanyak 2.022 kasus dan kumulatifnya urutan kedua mencapai 127.398 kasus. 

Ketiga harian di Jawa Tengah menambahkan pasien terkonfirmasi positif sebanyak 1.513 kasus dan kumulatifnya urutan ketiga mencapai 116.526 kasus. Disusul Jawa Timur keempat harian dengan menambahkan 888 kasus dan kumulatifnya masih pada urutan keempat mencapai 107.050 kasus. Dan Sulawesi Selatan hari ini masuk urutan kelima menambahkan 606 kasus dan kumulatifnya mencapai 45.289 kasus. 

Untuk penambahan pasien meninggal harian, Jawa Tengah menjadi yang tertinggi yaitu sebanyak 126 kasus, dibandingkan sehari sebelumnya tercatat 3 kasus pasien meninggal. Penambahan hari ini menjadikan jumlah kumulatif sebanyak 5.018 kasus. Lalu urutan kedua harian berada di Jawa Timur sebanyak 59 kasus dan kumulatifnya masih yang tertinggi bertambah menjadi 7.440 kasus. 

DKI Jakarta ketiga harian menambahkan 43 kasus dan kumulatifnya urutan ketiga mencapai 4.031 kasus. Urutan keempat berada di DI Yogyakarta menambahkan 15 kasus dan kumulatifnya 454 kasus. Dan kelima Bali menambahkan pasien meninggal harian sebanyak 10 kasus dan kumulatifnya mencapai 637 kasus. Sementara Jawa Barat secara kumulatif masih urutan keempat sebanyak 1.519 kasus termasuk tambahan hari ini sebanyak 2 kasus. 
 


Jakarta, 25 Januari 2021

Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional

(ISTA/QQ/YOY)

Sudah divaksin tetapi bisa positif COVID-19?

Mon, 01/25/2021 - 20:14

Di antara kita pasti ada yang bertanya-tanya kenapa orang yang sudah divaksin masih bisa positif COVID-19?

Ingat, Vaksin COVID-19 membutuhkan dua kali dosis penyuntikan, dan butuh waktu satu bulan untuk menciptakan kekebalan yang efektif bagi tubuh. Suntikan pertama ditujukan memicu respons kekebalan awal, sedangkan suntikan kedua untuk menguatkan respons imun yang terbentuk

Saat seseorang dinyatakan positif setelah vaksinasi, itu artinya saat divaksinasi seseorang tersebut sudah terpapar/terinfeksi COVID-19 dan sedang dalam masa inkubasi. Vaksin COVID-19 Sinovac telah teruji keamanan, mutu, khasiat dan kehalalannya. Vaksin ini dikembangkan menggunakan metode inactivated vaccine, yang telah terbukti aman, tidak menyebabkan infeksi serius serta hampir tidak mungkin menyebabkan seseorang terinfeksi.

Ingat, adanya program vaksinasi yang telah berjalan saat ini, tak lantas membuat kita lengah menjalankan protokol kesehatan. Sebaliknya, proses vaksinasi harus paralel dengan pelaksanaan 3M dan 3T. Jaga diri dan jaga keluarga kita!

Sumber: @kemenkes_ri

Detail:

  • Tipe: Image
  • Format: JPEG
  • Jumlah File: 3

Unduh Materi

[SALAH] “Kesan Abdul Somad Saat Divaksin: Ndak Terasa Sakit, Tak Sesakit Ditinggal Pas Lagi Sayang-Sayangnya”

Mon, 01/25/2021 - 17:14

Hasil Periksa Fakta Konaah (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta).

Gambar hasil suntingan/editan. Tidak ditemukan artikel berita Radar Petamburan seperti pada gambar yang diunggah oleh Akun Anto Sies. Gambar aslinya adalah petugas kesehatan menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) saat simulasi di lingkungan Kodam IX Udayana, Denpasar, Bali, Kamis (10/12/2020).

==============

Kategori: Satire/Parodi

==============

Sumber: Facebook

https://archive.vn/oKVL6

==============

Narasi:

“#Ayak2WAE 

==============

Penjelasan:

Akun Facebook Anto Sies mengunggah gambar berupa hasil tangkapan layar artikel Radar Petamburan yang berjudul “Kesan Abdul Somad Saat Divaksin: Ndak Terasa Sakit, Tak Sesakit Ditinggal Pas Lagi Sayang-Sayangnya” diunggah pada Kamis (21/1/2021).

Dalam gambar itu terlihat Ustad Abdul Somad tengah disuntik oleh petugas kesehatan. Unggahan tersebut telah mendapat 169 Komentar dan 11 kali dibagikan oleh pengguna Facebook lain.

Berdasarkan hasil penelusuran, tidak ditemukan artikel berita Radar Petamburan seperti pada gambar hasil tangkapan layar yang diunggah oleh Akun Anto Sies. Diketahui gambar tersebut adalah hasil suntingan/editan. Gambar aslinya adalah petugas kesehatan menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) saat simulasi di lingkungan Kodam IX Udayana, Denpasar, Bali, Kamis (10/12/2020).

Gambar asli ditemukan pada artikel antarafoto.com yang berjudul “Simulasi Vaksinasi Covid-19” Kamis (10/12/2020). Disebutkan bahwa petugas kesehatan di Bali menggelar simulasi penyuntikkan vaksin Covid-19 sebagai bentuk persiapan penyuntikkan vaksinasi Covid-19.

Dengan demikian, gambar hasil tangkapan layar yang diunggah oleh akun Facebook Anto Sies adalah tidak benar dan termasuk dalam kategori konten satire/parodi.

==============

Referensi:

https://www.antarafoto.com/peristiwa/v1607593805/simulasi-vaksinasi-covid-19

https://www.antaranews.com/foto/1888404/simulasi-vaksinasi-covid-19

Penulis: Konaah

Editor: Bentang Febrylian

The post [SALAH] “Kesan Abdul Somad Saat Divaksin: Ndak Terasa Sakit, Tak Sesakit Ditinggal Pas Lagi Sayang-Sayangnya” appeared first on [TurnBackHoax].

[SALAH] Foto “anak korban vaksinasi covid”

Mon, 01/25/2021 - 17:14

BUKAN foto anak korban vaksinasi COVID-19. FAKTANYA, ditemukan foto serupa yang sudah beredar di Internet sejak tahun 2016.

Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

======

KATEGORI

Konten yang Salah.

======

SUMBER

Komentar di Facebook.

======

NARASI

“Doakan anak ini semoga sembuh.. Ini korban vaksinasi covid.. Anda masih ingin di vaksin!!?????”.

======

PENJELASAN

(1) First Draft News: “Konten yang Salah

Ketika konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah”

* SUMBER membagikan foto lama dengan narasi yang menimbulkan kesimpulan yang keliru, mengaitkan dengan kondisi saat ini sehubungan dengan vaksin COVID-19.

(2) Hasil pencarian gambar,

* TinEye: “plus.google.com

wm/1/explore – First found on Mar 12, 2016

Filename: 2016+-+1(426 x 639, 84 KB)”.

(3) Salah satu sumber foto yang berkaitan,

* K Nation Blog: “Sabtu 17 September 2016

Hewan di dunia mengikuti karma.
Diposting oleh paket Phu mereka , Pembaca: 974, 17:29:31 PM
Kategori: Halaman Agama Vote 0 orang.”

(Google Translate Chrome extensions).

(4) Salah satu artikel berkaitan dengan dimulainya vaksin di Indonesia,

* detikHealth: “Pemerintah Republik Indonesia secara resmi memulai program vaksinasi COVID-19 pada hari Rabu (13/1/2021). Vaksin COVID-19 yang digunakan diproduksi oleh Sinovac dan sudah mendapat izin penggunaan darurat oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).”

======

REFERENSI

(1) firstdraftnews.org: “Berita palsu. Ini rumit.” http://bit.ly/2MxVN7S (Google Translate), http://bit.ly/2rhTadC.

8-TinEye-search-resultsDownload

(2) tineye.com: “8 results Searched over 45.6 billion images in 0.8 seconds”. PDF cadangan hasil pencarian, tidak bisa diarsip daring.

(3) nationtv.tv, https://archive.md/nnKt8 (arsip cadangan).

(4) detik.com: “Vaksinasi COVID-19 Indonesia Dimulai Hari Ini, Menkes Juga Disuntik” http://bit.ly/3pdVnms / https://archive.md/9BKpS (arsip cadangan).

(5) turnbackhoax.id: “[SALAH] Gambar “Pengujian Vaksin Covid-19 Telah Sukses” http://bit.ly/39F3MZ8 (post sebelumnya yang menggunakan sumber foto yang sama).

The post [SALAH] Foto “anak korban vaksinasi covid” appeared first on [TurnBackHoax].

Pasien Sembuh Meningkat Menjadi 798.810 Orang

Sun, 01/24/2021 - 20:13

JAKARTA - Perkembangan harian penanganan COVID-19 Per 24 Januari 2021, jumlah pasien sembuh sudah mencapai 798.810 orang atau persentasenya sebesar 80,7%. Jumlah ini termasuk penambahan pasien sembuh harian sebanyak 7.751 orang. 

Pada penambahan pasien terkonfirmasi positif harian yakni sebanyak 11.788 kasus. Jumlah kumulatifnya, atau pasien terkonfirmasi positif yang tercatat sejak kasus pertama hingga saat ini, mencapai 989.262 kasus. Sementara jumlah terkonfirmasi negatif COVID-19 dari hasil periksa laboratorium, per hari ini sebanyak 23.668 orang dan kumulatifnya 4.859.698 orang. 

Melihat jumlah kasus aktif atau pasien yang masih membutuhkan perawatan, per hari ini berjumlah 162.617 kasus dan persentasenya menjadi 16,4%. Pada pasien meninggal hari ini bertambah sebanyak 171 kasus dan kumulatifnya mencapai 27.835 kasus atau persentasenya di angka 2,8% dari pasien terkonfirmasi. 

Selain itu, dari data harian hasil uji pada 566 laboratorium jejaring COVID-19 di Indonesia hari ini, jumlah spesimen selesai diperiksa per hari sebanyak 48.002 spesimen dan kumulatifnya 8.754.507 spesimen. Jumlah orang yang diperiksa per hari ini ada 35.456 orang dan kumulatifnya 5.848.960 orang. Untuk jumlah suspek tercatat ada 80.114 kasus. Positivity rate berada di angka 16,9%. Dan pada sebaran wilayah masih berada di 34 provinsi dan 510 kabupaten/kota. 

Selanjutnya, pada perkembangan kesembuhan harian per provinsi, DKI Jakarta hari ini menjadi tertinggi yakni menambahkan pasien sembuh sebanyak 2.328 orang dan kumulatifnya masih yang tertinggi mencapai 221.300 orang. Kedua harian di Jawa Barat menambahkan sebanyak 1.767 orang dan kumulatifnya menempati urutan kedua mencapai 102.341 irang. 

Urutan ketiga harian di Jawa Timur dengan menambahkan 948 pasien sembuh dan kumulatifnya di urutan ketiga mencapai 90.942 orang. Sulawesi Selatan menjadi urutan keempat harian menambahkan pasien sembuh sebanyak 554 orang dan kumulatifnya mencapai 39.661 orang. 

Dan kelima harian di Kalimantan Timur menambahkan sebanyak 388 orang kumulatifnya menjadi 29.613 orang. Sementara Jawa Tengah yang jumlah kumulatifnya masih urutan keempat sebanyak 72.659 orang, per hari ini menambahkan jumlah pasien sembuh harian cukup sedikit yaitu sebanyak 27 orang. 

Disamping itu, pada sisi penambahan kasus terkonfirmasi positif harian, DKI Jakarta masih menjadi yang tertinggi dengan tambahan 3.512 kasus dan kumulatifnya urutan pertama mencapai 249.815 kasus. Kedua harian berada di Jawa Barat dengan menambahkan pasien terkonfirmasi positif sebanyak 2.328 kasus dan kumulatifnya urutan kedua mencapai 125.376 kasus. 


Jawa Tengah sebanyak 1.515 kasus dan kumulatifnya urutan ketiga mencapai 115.015kasus. Disusul Jawa Timur keempat harian dengan menambahkan 901 kasus dan kumulatifnya masih pada urutan keempat mencapai 106.162 kasus. Dan Kalimantan Timur masuk urutan kelima harian menambahkan 432 kasus dan 37.089 kasus. 

Untuk penambahan pasien meninggal harian, secara urutan yang tertinggi berada di Jawa Timur sebanyak 56 kasus dan kumulatifnya masih yang tertinggi bertambah menjadi 7.381 kasus. DKI Jakarta kedua harian menambahkan 39 kasus dan kumulatifnya urutan ketiga mencapai 3.988 kasus.

Lampung hari ini urutan ketiga menambahkan 14 kasus dan kumulatifnya mencapai 477 kasus. Urutan keempat berada di DI Yogyakarta menambahkan 9 kasus dan kumulatifnya 439 kasus. 
Dan Jawa Barat urutan kelima menambahkan 8 kasus dan kumulatifnya urutan keempat mencapai 1.517 kasus. Sementara Jawa Tengah masih urutan kedua kumulatif sejumlah 4.892 kasus termasuk tambahan hari ini 3 kasus.


Jakarta, 24 Januari 2021

Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional

(ISTA/QQ/YOY)

Pasien Sembuh Terus Meningkat Menjadi 9.912 Orang Per Hari

Sat, 01/23/2021 - 20:12

JAKARTA - Perkembangan harian penanganan COVID-19 Per 23 Januari 2021, jumlah pasien sembuh harian di berbagai daerah kembali menembus angka tertinggi, yakni mencapai 9.912 orang per hari. Penambahan harian ini neningkatkan angka kesembuhan kumulatif menjadi 791.059 orang atau persentasenya di angka 80,9%. 

Pada penambahan pasien terkonfirmasi positif harian yakni sebanyak 12.191 kasus. Jumlah kumulatifnya, atau pasien terkonfirmasi positif yang tercatat sejak kasus pertama hingga saat ini, mencapai 977.474 kasus. Sementara jumlah terkonfirmasi negatif COVID-19 dari hasil periksa laboratorium, per hari ini sebanyak 30.796 orang dan kumulatifnya 4.836.030 orang. 

Melihat jumlah kasus aktif atau pasien yang masih membutuhkan perawatan, per hari ini berjumlah 158.751 kasus dan persentasenya menjadi 16,2%. Pada pasien meninggal hari ini bertambah sebanyak 211 kasus dan kumulatifnya mencapai 27.664 kasus atau persentasenya di angka 2,8% dari pasien terkonfirmasi. 

Selain itu, dari data harian hasil uji pada 566 laboratorium jejaring COVID-19 di Indonesia hari ini, jumlah spesimen selesai diperiksa per hari sebanyak 68.343 spesimen dan kumulatifnya 8.706.505 spesimen. Jumlah orang yang diperiksa per hari ini ada 42.987 orang dan kumulatifnya 5.813.504 orang. Untuk jumlah suspek tercatat ada 83.190 kasus. Positivity rate berada di angka 16,8%. Dan pada sebaran wilayah masih berada di 34 provinsi dan 510 kabupaten/kota.

Selanjutnya, untuk perkembangan kesembuhan harian per provinsi, DKI Jakarta hari ini menjadi tertinggi yakni menambahkan pasien sembuh sebanyak 3.492 orang dan kumulatifnya masih yang tertinggi mencapai 218.972 orang. Kedua harian di Jawa Barat menambahkan sebanyak 2.119 orang dan kumulatifnya menempati urutan kedua mencapai 100.574 irang. 

Urutan ketiga harian di Jawa Timur dengan menambahkan 851 pasien sembuh dan kumulatifnya di urutan ketiga mencapai 89.994 orang. Sulawesi Selatan menjadi urutan keempat harian menambahkan pasien sembuh sebanyak 615 orang dan kumulatifnya mencapai 39.107 orang. Dan kelima harian di Jawa Tengah menambahkan 566 orang dan secara kumulatif masih urutan keempat nasional sebanyak 72.632 orang.

Disamping itu, pada sisi penambahan kasus terkonfirmasi positif harian, DKI Jakarta masih menjadi yang tertinggi dengan tambahan 3.285 kasus dan kumulatifnya urutan pertama mencapai 246.303 kasus. Kedua harian berada di Jawa Tengah sebanyak 1.875 kasus dan kumulatifnya urutan ketiga mencapai 113.498 kasus. 

Jawa Barat hari ini di urutan ketiga dengan menambahkan pasien terkonfirmasi positif sebanyak 1.809 kasus dan kumulatifnya urutan kedua mencapai 123.048 kasus. Disusul Jawa Timur keempat harian dengan menambahkan 919 kasus dan kumulatifnya masih pada urutan keempat mencapai 105.261 kasus. Dan Kalimantan Timur masuk urutan kelima harian menambahkan 609 kasus dan 36.657 kasus. 

Sementara Sulawesi Selatan yang sebelumnya selalu masuk lima besar, penambahan kasus hariannya turun signifikan menjadi 188 kasus dibandingkan satu hari sebelumnya sebanyak 629 kasus. Dengan demikian, per hari ini jumlah kumulatifnya menjadi 44.478 kasus. 

Untuk penambahan pasien meninggal harian, secara urutan yang tertinggi berada di Jawa Timur sebanyak 59 kasus dan kumulatifnya masih yang tertinggi bertambah menjadi 7.325 kasus. DKI Jakarta kedua harian menambahkan 31 kasus dan kumulatifnya urutan ketiga mencapai 3.949 kasus.

Lampung hari ini masuk urutan ketiga menambahkan 19 kasus dan kumulatifnya mencapai 463 kasus. Urutan keempat berada di Jawa Tengah menambahkan 18 kasus dan kumulatifnya urutan kedua mencapai 4.889 kasus. Dan Jawa Barat urutan kelima menambahkan 16 kasus dan kumulatifnya urutan keempat mencapai 1.509 kasus.


Jakarta, 23 Januari 2021

Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional

(ISTA/QQ/YOY)

[SALAH] Indonesia Tidak Dapat Menggugat Jika Vaksin Bermasalah

Sat, 01/23/2021 - 20:12

Hasil Periksa Fakta Gabriela Nauli Sinaga (Universitas Sumatera Utara)

Faktanya, foto hasil tangkapan layar berupa artikel dalam unggahan itu tidak berkaitan dengan vaksin yang diterima masyarakat Indonesia. Adapun vaksin tengah bermasalah terkait izin hukum adalah vaksin Pfizer asal AS, bukan vaksin Sinovac asal Cina yang telah resmi beredar di Indonesia.

Selengkapnya ada di penjelasan.

=====

[KATEGORI]:

MISLEADING CONTENT/Konten yang Menyesatkan

=====

[SUMBER]:

FACEBOOK
archive.vn/Bd2l4

=====

[NARASI]:

Terus rakyat ini kau anggap apa? menolak vaksinasi diancam pidana, menerima vaksinasi apabila ada resiko dikemudian hari rakyat tidak boleh menggugat? sedemikian parahnya kedzaliman ini, seolah rakyat Indonesia ini hanyalah sekumpulan ternak yang hanya boleh pasrah dengan segala keputusan pengembala, memang pemilik negeri ini siapa?

=====

[PENJELASAN]:

Beredar di media sosial Facebook, sebuah unggahan tangkapan layar dari sebuah berita yang menyatakan bahwa Indonesia tak dapat menggugat secara hukum, jika vaksin yang diberikan mengalami masalah. Unggahan ini pun mengaitkan artikel tersebut dengan vaksin yang diwajibkan oleh pemerintah saat ini.

Berdasarkan penelusuran terhadap artikel yang terdapat dalam unggahan, ternyata menjelaskan tentang vaksin Pfizer asal Amerika Serikat yang ingin dibebaskan dari segala tuntutan hukum jika vaksinnya bermasalah. Karena hal itu, Direktur Utama PT Bio Farma Honesti Basyir, mengatakan bahwa pemerintah sampai sekarang belum bisa menyepakati pembelian vaksin covid-19 dari perusahaan Pfizer-BioNTech asal AS tersebut.

Sedangkan saat ini, vaksin yang telah beredar di Indonesia hanyalah vaksin Sinovac. Terkait pemberian vaksin Sinovac, pemerintah mengimbau seluruh masyarakat agar tidak takut divaksin. Melansir dari artikel Tempo, Wakil Menteri Hukum dan HAM Eddy Hiariej mengatakan, pemerintah dapat mengeluarkan ultimum remedium berupa sanksi pidana dan denda, sebagai langkah akhir jika masyarakat tetap menolak untuk divaksin.

Vaksin Sinovac ini telah melewati uji dan tahapan hukum di Indonesia. Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia pun telah menerbitkan fatwa mengenai kehalalan vaksin Covid-19 buatan Sinovac ini. Dalam Fatwa MUI Nomor: 02 Tahun 2021 Tentang Produk Vaksin Covid-19 dari Sinovac Life Science Co. LTD China dan PT Bio Farma (Persero), MUI menyatakan bahwa vaksin tersebut hukumnya suci dan halal. Selain itu, Sinovac sendiri telah resmi mengantongi izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) berdasarkan data hasil pemantauan dan analisis dari uji klinik yang dilakukan di Indonesia dan juga mempertimbangkan data hasil uji klinik yang dilakukan di negara Brasil dan Turki.

Jadi dapat disimpulkan, narasi yang mengaitkan antara vaksin Pfizer dalam artikel, dengan vaksin Sinovac yang diberikan kepada masyarakat Indonesia saat ini adalah hoaks kategori misleading content atau konten menyesatkan.

=====

[REFERENSI]:

https://bali.suara.com/read/2021/01/12/163136/nah-lho-indonesia-diminta-tak-boleh-gugat-kalau-vaksin-covid-19-bermasalah?ref=terkini_bali_list_1

https://www.kompas.com/tren/read/2021/01/12/140200765/isi-lengkap-fatwa-mui-soal-sertifikasi-halal-vaksin-covid-19-sinovac?page=all

https://www.kompas.com/sains/read/2021/01/11/180200723/vaksin-sinovac-resmi-dapat-izin-bpom-efikasi-uji-capai-653-persen

https://nasional.tempo.co/read/1423927/wamenkumham-sanksi-pidana-penolak-vaksin-covid-19-jika-pranata-lain-tak-jalan

Penulis: Gabriela Nauli Sinaga
Editor : Bentang Febrylian

The post [SALAH] Indonesia Tidak Dapat Menggugat Jika Vaksin Bermasalah appeared first on [TurnBackHoax].

[SALAH] Ketua BPOM Ditekan dan Diancam Untuk Keluarkan Vaksin Sinovac

Sat, 01/23/2021 - 20:12

Hasil periksa fakta Aisyah Adilah (Anggota Komisariat MAFINDO Institut Ilmu Sosial Ilmu Politik Jakarta)

Faktanya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah merilis hasil evaluasi dari laporan uji klinis sementara atau interim tahap III Vaksin Sinovac pada Jumat 8 Januari 2021. Sehingga pemberian izin darurat penggunaan langsung dilakukan beberapa hari setelahnya.

= = = = =

[KATEGORI]: KONTEN YANG MENYESATKAN

= = = = =

[SUMBER]: YOUTUBE
https://archive.md/dbGvr

= = = = =

[NARASI]:
TERKUAK!!! DITEKAN DAN DIANCAM KETUA BPOM KELUARKAN IZIN VAKSIN SINOVAC

= = = = =

[PENJELASAN]:

Channel Youtube PECINTA IB HRS mengunggah video berdurasi 12 menit 18 detik yang berjudul “Terkuak! Ditekan dan Diancam Ketua Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Keluarkan Izin Vaksin Sinovac”. Video tersebut memperlihatkan Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PKS, Ansori Siregar yang mempertanyakan kredibilitas BPOM dalam mengambil keputusan mengenai perizinan vaksin Sinovac.

Setelah ditelusuri, Dr. dra. Lucia Rizka Andalusia selaku Juru Bicara BPOM menegaskan bahwa pemilihan tanggal 13 Januari 2021 sebagai waktu perdana vaksinasi sudah diprediksi oleh BPOM sebelumnya.

“Enggak (dipaksa menyesuaikan jadwal vaksinasi presiden). Kami sudah memprediksi tanggal segitu sudah selesai,” tutur dia lagi.

Sebelumnya, BPOM telah mengeluarkan izin dalam kondisi darurat yaitu Emergency Use Authorization (EUA) pada penggunaan Vaksin Covid-19 sejak 11 Januari 2021 lalu. Ketua BPOM Penny K Lukito mengatakan bahwa pemberian EUA atau izin penggunaan darurat Vaksin Sinovac atau CoronaVac menggunakan metode adaptive trial dan rolling submission. Metode ini dilakukan untuk melihat data keamanan, khasiat, serta mutu vaksin covid-19 itu secara bertahap.

BPOM menjelaskan ada beberapa data yang harus dikumpulkan untuk dapat menerbitkan EUA. Pertama data uji klinis fase 1 dan 2 dalam pemantauan yang full 6 bulan untuk menunjukkan keamanan dan imunogenitas vaksin. Selain itu, Vaksin Sinovac tersebut memenuhi standar Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk bisa mendapatkan izin EUA dengan tingkat efikasi minimal 50 persen. Vaksin Sinovac di Indonesia sudah memperoleh EUA meski efikasinya baru 65,3 persen. Menurut Penny, sebenarnya efikasi 65,3 persen sudah mengikuti ketetapan internasional untuk digunakan.

“Jadi untuk menerbitkan EUA itu ada beberapa data yang harus kita kumpulkan dulu. Pertama data uji klinis fase 1 dan 2 dalam pemantauan yang full 6 bulan untuk menunjukkan keamanan dan imunogenitas vaksin. Ini untuk melengkapi, karena kita akan menerbitkan use authorization dengan data uji klinis fase III. Dengan analis pemantauan 3 bulan untuk menunjukkan keamanan, imunogenitas plus efikasi vaksin. Di mana standarnya dibolehkan minimal 50%,” paparnya.

Sehingga, klaim terkait adanya tekanan dan ancaman terhadap BPOM untuk mengeluarkan EUA vaksin Sinovac lebih cepat tidak benar sehingga termasuk hoaks dengan kategori konten yang menyesatkan.
= = = = =

[REFERENSI]:

https://www.merdeka.com/cek-fakta/cek-fakta-tidak-benar-bpom-ditekan-dan-diancam-agar-izinkan-penggunaan-sinovac.html

https://www.republika.co.id/berita/qn7lnm440/benarkah-kepala-bpom-diancam-keluarkan-izin-vaksin-sinovac

https://lifestyle.okezone.com/read/2021/01/21/481/2348497/ini-metode-yang-dipakai-bpom-untuk-terbitkan-izin-vaksin-sinovac

https://www.idntimes.com/news/indonesia/santi-dewi/profil-rizka-andalusia-jubir-bpom-yang-tangkis-hoaks-vaksinasi-covid/4

https://kumparan.com/kumparannews/penjelasan-bpom-soal-efikasi-sinovac-di-ri-65-3-persen-1uxRgPgdQGi/full

https://www.kompas.com/tren/read/2021/01/15/093000565/bpom-terbitkan-izin-penggunaan-darurat-vaksin-covid-19-sinovac-apa?page=all

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210105163333-20-589783/bpom-umumkan-hasil-uji-klinis-sinovac-efikasi-653-persen

The post [SALAH] Ketua BPOM Ditekan dan Diancam Untuk Keluarkan Vaksin Sinovac appeared first on [TurnBackHoax].

Doni Monardo Menduga Terpapar COVID-19 Saat Makan Bersama

Sat, 01/23/2021 - 14:12

JAKARTA—Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Doni Monardo meyakini dirinya terpapar COVID-19 saat makan sehingga terpaksa melepas masker. Dia menyerukan kepada masyarakat untuk sementara menghindari acara makan bersama guna mencegah penularan.

“Karena saat makan kita pasti lepas masker dan celah penularan terbuka. Sebaiknya saat makan, tidak ada orang lain di sekitar kita untuk mencegah tertular atau menulari. Untuk sementara, makan bisa sendiri atau terpisah dari orang lain, ” tutur Doni di Jakarta, Sabtu (23/1).

Dia menuturkan selama seminggu memimpin langsung penanganan bencana di Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan ada beberapa momen harus melepas masker ketika makan bersama orang lain. “Jadi saya yakin pada saat melepas masker dan makan itulah saya tertular.”

Doni, sejak gempa bumi melanda Sulawesi Barat pada Jumat dini hari, 15 Januari 2021 telah berada di lokasi bencana pada sore harinya. Dia berada dilokasi bencana –termasuk berkunjung ke Banjarmasin dilanda banjir bandang—selama seminggu sebelum kembali ke Jakarta kemarin sore (22/1).

Dia menuturkan, dalam sebelas bulan terakhir sejak mulai menangani pandemi COVID-19, selalu berusaha menghindari paparan virus dengan menuruti semua anjuran para pakar kesehatan. Namun, dari semua Langkah pencegahan rupanya tetap ada celah sehingga terpapar virus corona.

Epidemolog Universitas Indonesia yang sekaligus Juru Bicara Nasional Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menduga aktivitas yang begitu padat dan melelahkan serta celah saat makan menjadi penyebab virus Corona menginfeksi Doni Monardo.

“Ini menjadi pelajaran berharga bahwa kedisiplinan selama sebelas bulan itu tetap ada celah seperti saat makan. Sebelumnya ada juga penelitian yang menemukan bahwa para tenaga kesehatan yang tertular saat mereka istirahat untuk makan dan terpaksa membuka masker,” tutur Wiku.

Selain itu, aktivitas yang padat dan melelahkan jadi faktor menurunnya imunitas seseorang sehingga menjadi lebih rentan terhadap penyakit. “Itulah mengapa, selain menjalankan protokol kesehatan dengan sangat ketat. Kita juga harus menjadi imunitas dengan istirahat cukup, makan bergizi, serta rutin berolahraga.”

Belum Divaksin

Sementara itu, Egy Massadiah, Tenaga Ahli BNPB menegaskan bahwa Doni Monardo belum menjalani vasksinasi COVID-19. Rencananya, Doni dijadwalkan untuk menjalani vaksinasi pada awal pekan depan.

“Ini untuk meluruskan informasi bahwa Pak Doni sudah menjalani vaksinasi pada 13 Januari 2021. Padahal beliau akan divaksinasi pada pekan depan bersama para anggota Satgas Penanganan COVID-19 lainnya,” tutur Egy.

Pagi ini, Doni Monardo mengumumkan dirinya positif tertular COVID-19 menyusul aktivitas padat dalam sepekan terakhir. “Dari hasil tes PCR tadi malam, pagi ini mendapatkan hasil positif COVID-19 dengan CT Value 25. Saya sama sekali tidak merasakan gejala apapun,” tutur Doni dalam siaran pers, Sabtu (23/1)

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) tersebut, kini tengah melakukan isolasi mandiri sambil terus memantau perkembangan penanganan COVID-19 dan penanganan bencana di berbagai daerah.

Pada Jumat sore, Doni dan seluruh staf yang mendampinginya selama kunjungan kerja di Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan juga menjalani tes PCR. Hasilnya, salah satu stafnya juga dinyatakan positif.

“COVID-19 ini begitu dekat di sekitar kita. Selama ini saya berusaha sekuat tenaga patuh dan disiplin menjalan protokol kesehatan dan tetap bisa tertular. Dengan kejadian ini saya meminta masyarakat agar jangan kendor dalam memakai masker, menjaga jarak dan jauhi kerumunan, serta rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir,” tuturnya.

(STPC/HET/VJY)

Pasien Sembuh COVID-19 Bertambah Menjadi 781.147

Fri, 01/22/2021 - 23:12

JAKARTA - Perkembangan harian penanganan Covid-19 Per 22 Januari 2021, pasien sembuh harian di berbagai daerah kembali bertambah sebanyak 8.357 orang. Tambahan hari ini meningkatkan pasien sembuh kumulatif menjadi 781.147 orang atau persentasenya di angka 80,9%. 

Pada penambahan pasien terkonfirmasi positif harian yakni sebanyak 13.632 kasus. Jumlah kumulatifnya, atau pasien terkonfirmasi positif yang tercatat sejak kasus pertama hingga saat ini, mencapai 965.283 kasus. Sementara jumlah negatif Covid-19 dari hasil periksa laboratorium, per hari ini sebanyak 38.132 orang dan kumulatifnya 4.805.234 orang. 

Melihat jumlah kasus aktif atau pasien yang masih membutuhkan perawatan, per hari ini berjumlah 156.683 kasus dan persentasenya menjadi 16,2%. Pada pasien meninggal hari ini bertambah sebanyak 250 kasus dan kumulatifnya mencapai 27.453 kasus atau persentasenya di angka 2,8% dari pasien terkonfirmasi. 

Selain itu, dari data harian hasil uji pada 566 laboratorium jejaring Covid-19 di Indonesia hari ini, jumlah spesimen selesai diperiksa per hari sebanyak 77.942 spesimen dan kumulatifnya 8.638.162 spesimen. Jumlah orang yang diperiksa per hari ini ada 51.764 orang dan kumulatifnya 5.770.517 orang. Untuk jumlah suspek tercatat ada 79.349 kasus. Positivity rate berada di angka 16,7%. Dan pada sebaran wilayah masih berada di 34 provinsi dan 510 kabupaten/kota.

Selanjutnya, untuk perkembangan kesembuhan harian per provinsi, DKI Jakarta hari ini menjadi tertinggi yakni menambahkan pasien sembuh sebanyak 2.169 kasus dan kumulatifnya masih yang tertinggi mencapai 215.480 kasus. Kedua harian di Jawa Barat menambahkan sebanyak 1.361 kasus dan kumulatifnya menempati urutan kedua mencapai 98.455 kasus. 

Urutan ketiga harian di Jawa Timur dengan menambahkan 794 pasien sembuh dan kumulatifnya di urutan ketiga mencapai 89.143 kasus. 
Sulawesi Selatan menjadi urutan keempat harian menambahkan pasien sembuh sebanyak 675 kasus dan kumulatifnya mencapai 38.492 kasus. Dan kelima harian di Jawa Tengah menambahkan 656 kasus dan secara kumulatif masih urutan keempat nasional sebanyak 72.066 kasus.

Disamping itu, pada sisi penambahan kasus terkonfirmasi positif harian, DKI Jakarta menjadi yang tertinggi dengan tambahan 3.792 kasus dan kumulatifnya urutan pertama mencapai 243.018 kasus. Kedua harian berada di Jawa Barat dengan menambahkan pasien terkonfirmasi positif sebanyak 2.441 kasus dan kumulatifnya urutan kedua mencapai 121.239 kasus. 

Urutan ketiga harian di Jawa Tengah sebanyak 1.796 kasus dan kumulatifnya urutan ketiga mencapai 111.623 kasus. Disusul Jawa Timur keempat harian dengan menambahkan 1.056 kasus dan kumulatifnya masih pada urutan keempat mencapai 104.342 kasus. Dan kelima harian di Sulawesi Selatan menambahkan 629 kasus dan kumulatifnya mencapai 44.299 kasus.

Untuk penambahan pasien meninggal harian, secara urutan yang tertinggi berada di Jawa Timur sebanyak 71 kasus dan kumulatifnya masih yang tertinggi bertambah menjadi 7.266 kasus. DKI Jakarta kedua harian menambahkan 41 kasus dan kumulatifnya urutan ketiga mencapai 3.918 kasus.

Ketiga harian di Jawa Tengah menambahkan 28 pasien meninggal dan kumulatifnya urutan kedua mencapai 4.871 kasus. Diikuti Sulawesi Utara masuk urutan keempat harian menambahkan 11 kasus dan kumulatifnya mencapai 369 kasus. Dan kelima harian di Banten menambahkan 10 kasus dan kumulatifnya mencapai 515 kasus. Sementara Jawa Barat dengan kumulatifnya urutan keempat sebanyak 1.493 kasus termasuk tambahan hari ini sebanyak 8 kasus. 


Jakarta, 22 Januari 2021

Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional

(ISTA/QQ/VJY)

Pages