Kependudukan

Laju pertumbuhan penduduk Kota Pangkalpinang yang tinggi akan berimplikasi pada diperlukannya strategi dan kebijakan pembangunan yang mendorong penciptaan lapangan kerja yang memadai, sehingga penduduk yang ada saat ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lebih lanjut di Kota Pangkalpinang. Tingginya pertambahan dan pertumbuhan penduduk kota ini tidak terlepas dari status Kota Pangkalpinang sebagai ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Adanya provinsi ini menciptakan pusat pemerintahan baru serta perkantoran, baik swasta maupun sektor publik, Sebagai pusat dari aktivitas di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dalam jangka panjang, Seiring dengan peningkatan urgensi provinsi ini, tekanan pertumbuhan penduduk di Kota Pangkalpinang juga akan tetap terjadi.  Pertumbuhan penduduk pada tahun 2013-2018 dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Aspek Demografi Kota Pangkalpinang

Jumlah penduduk Kota Pangkalpinang sampai dengan tahun 2017 berdasarkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Pangkalpinang adalah sebanyak 196.202 jiwa. Persentase laju pertumbuhan penduduk tersebut merupakan angka yang cukup tinggi bagi wilayah perkotaan dan apabila tidak disertai dengan perluasan wilayah maka kepadatan penduduk akan semakin meningkat.
Perbandingan penduduk laki-laki dan perempuan di Kota Pangkalpinang menunjukkan sex ratio sebesar 103,7. Ini artinya, di antara 100 penduduk perempuan Kota Pangkalpinang terdapat 104 penduduk laki-laki. Sex ratio ini bervariasi pada seluruh kecamatan, seperti Kecamatan Gerunggang sebesar 105, Bukit Intan 105, Tamansari 104, Pangkalbalam 105 dan Kecamatan Rangkui yaitu sebesar 102. Adapun jumlah penduduk kota pangkalpinang menurut kecamatan dan jenis kelamin dapat dilihat pada tabel berikut :

No

Kecamatan

Jumlah Kelurahan

Jumlah Penduduk

 

Laki-laki

Perempuan

Jumlah

1

Rangkui

8

21.212

20.728

41.940

2

Bukit Intan

7

19.483

18.620

38.103

3

Girimaya

5

10.485

10.348

20.833

4

Pangkalbalam

5

12.284

11.750

24.034

5

Gabek

6

15.203

14.700

29.903

6

Tamansari

5

11.780

11.315

23.095

7

Gerunggang

6

20.853

19.861

40.714

          Jumlah

42

111.300

107.322

218.622

Aspek Kesejahteraan Masyarakat
Peningkatan kesejahteraan masyarakan merupakan tujuan akhir dari pelaksanaan pemerintahan. Untuk menganalisa pencapaian kesejahteraan masyarakat maka difokuskan pada kesejahteraan dan pemerataan ekonomi, fokus pada kesejahteraan sosial, dan pelaksanaan urusan wajib dan pilihan pemerintahan.
2.2.1. Fokus Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi
Pada fokus kesejahteraan dan pemerataan ekonomi, komponen yang ditekankan adalah perkembangan indikator ekonomi makro, diantaranya PDRB (atas dasar harga konstan dan harga berlaku) dan inflasi.
2.2.1.1. Pertumbuhan PDRB
Pertumbuhan PDRB merupakan salah satu indikator dalam analisa kinerja fokus kesejahteraan dan pemerataan ekonomi. Pertumbuhan dari tahun 2014 sampai dengan 2016 hanya mengalami penurunan pada tahun 2015 yaitu mencapai 4,24 persen dari tahun sebelumya yaitu 4,27 persen. Pada Tahun 2016 mengalami kenaikan mencapai 5,17 persen.
Tabel 2.2 Laju Pertumbuhan Ekonomi Kota Pangkalpinang Tahun 2014-2016

No

Keterangan

Realisasi

Target RPJMD

2014

2015

2016

2017

2018

1

Pertumbuhan PDRB

4,27

4,24

5,17

6,7

7

2

PDRB per kapita (Rp juta)

48.750

52.164

55.567

59.447

63.547

3

PDRB ADHK (Rp juta)

7.247,50

7.554,90

7.945,80

8.307,447

8.698,459

4

PDRB ADHB (Rp juta)

9.359,70

10.234,70

11.131,60

12.150,49

1.3250,79

Perkembangan Inflasi

Selain indikator PDRB, indikator lain yang turut berperan dalam perekonomian secara makro adalah inflasi. Inflasi pada tabel diatas terlihat bahwa selalu mengalami fluktuasi dan pada tahun 2016 merupakan angka inflasi yang tertinggi mencapai 7,88 persen.

Tabel 2.3 Laju Inflasi Kota Pangkalpinang Tahun 2014-2016

No

Keterangan

Realisasi

Target RPJMD

2014

2015

2016

2017

2018

1

Laju inflasi

 

6,81%

4,66%

7,78%

5,80%

5,50%

Kemiskinan
Jumlah persentase penduduk miskin di Kota Pangkalpinang mengalami perkembangan secara fluktuatif dilihat dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2016, dimana pada tahun 2012 jumlah penduduk miskin 8.027 orang (4,29%) menurun di tahun 2013 sebesar 0,14 poin di angka 4,15% atau sebanyak 7.840 orang , menurun di tahun 2014 sebesar 0,11 poin di angka 4,04% atau sebanyak
BAB II GAMBARAN UMUM DAERAH KOTA PANGKALPINANG
PERUBAHAN RPJMD KOTA PANGKALPINANG TAHUN 2013-2018 II-6
7.800 orang. Di tahun 2015 jumlah penduduk miskin mengalami peningkatan sebesar 0,93 poin diangka 4,97 % atau sebanyak 10.000 orang dan tahun 2016 kembali meningkat sebesar 0,05 poin atau sebanyak 10.120 orang Ini berarti jumlah penduduk miskin meningkat mulai dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2016, hal ini dikarenakan jumlah penduduk produktif lebih banyak dibandingkan dengan jumlah penduduk kurang produktif. Selain itu faktor pendukung lainnya adalah dari sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) masih kesulitan mendapatkan biaya modal awal dan pelatihan lanjutan bagi para pelakunya Sehingga perlu program yang strategis dalam penanganannya.
Dengan tingkat kemiskinan sebesar 4,04% pada tahun 2014 dan 5,37% di tahun 2015, jumlah penduduk miskin di Kota Pangkalpinang mencapai angka 10.000 jiwa dari total penduduk sebanyak 196.202 jiwa. Jumlah penduduk miskin di Provinsi Kepuluan Bangka Belitung pada tahun 2015 sejumlah 74.100 jiwa. Dengan demikian, kemiskinan di Kota Pangkalpinang memberikan kontribusi sebesar 13,50% terhadap jumlah penduduk miskin di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tahun 2015.
Pada Tahun 2012 Jumlah Penduduk miskin di Kota Pangkalpinang sebanyak 8.027 jiwa dari total jumlah penduduk sebanyak 185.830 jiwa. Selama kurun waktu 2012-2014 jumlah penduduk miskin di Kota Pangkalpinang memiliki tren yang menurun, akan tetapi terjadi kenaikan jumlah penduduk miskin ditahun 2015 menjadi 10.000 jiwa.
Indeks Kedalaman Kemiskinan merupakan gambaran selisih (dalam persen terhadap garis kemiskinan) rata-rata pengeluaran penduduk miskin dengan garis kemiskinan. Jumlah seluruh populasi digunakan untuk menghitung rata-rata dengan menganggap selisih sama dengan 0 (nol) bagi penduduk yang berada di atas garis kemiskinan. Indeks ini menggambarkan kedalaman kemiskinan ( the depth of proverty). Perkembangan angka P1 dari waktu ke waktu yang semakin kecil menunjukkan terjadinya perbaikan. Indeks kedalaman kemiskinan di Kota Pangkalpinang pada tahun 2013 sebesar 0,62%, kemudian terus mengalami penurunan dari tahun 2014 sebesar 0,42% hingga tahun 2015 mencapai angka 0,47 % dan pada tahun 2016 sebesar 0,70 %. Nilai Indeks ini kurang baik karena di diatas nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebesar 0,67%. Ini menunjukan bahwa penduduk miskin di Kota Pangkalpinang semakin mendekati garis kemiskinan (semakin membaik)

                    Gambar 2.2 : Posisi relative indeks kedalaman kemiskinan (indeks) Propinsi kepulauan Bangka Belitung tahun 2015

Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) di Kota Pangkalpinang mengalami perkembangan yang fluktuatif. Indeks Kedalamam Kemiskinan (P1) turun 0.15 % pada tahun 2014 dan pada tahun 2015 naik 0,05 menjadi 0,47%, kemudian di tahun 2016 mengalami kenaikan hingga mencapai angka dan 0,70%. Untuk lebih jelas bisa dilihat pada gambar di bawah ini;

             Gambar 2.3 : Indeks kedalaman kemiskinan (P1) Kota Pangkalpinang Tahun 2013-2016

Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) merupakan ukuran penyebaran pengeluaran di antara penduduk miskin. Semakin tinggi nilai indeks, maka semakin besar ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin.
Pada tahun 2013 sampai dengan tahun 2015 Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di Kota Pangkalpinang mengalami penurunan, akan tetapi pada tahun 2016 mengalami kenaikan. Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) pada tahun 2013 sebesar 0,10%, pada tahun 2014 sebesar 0,08%, kemudian ditahun 2015 mengalami penurunan ke angka 0,07% dan mengalami kenaikan hingga ke angka 0,16% pada tahun 2016. Ini menunjukkan bahwa ketimpangan pengeluaran antar penduduk miskin di Kota Pangkalpinang tidak terlalu jauh. Untuk lebih jelas perkembangan indeks keparahan kemiskinan (P2) di Kota Pangkalpinang bisa dilihat di gambar di bawah ini.

      Gambar 2.4 : Indeks keparahan kemiskinan (P2) Kota pangkalpinang Tahun 2013-2016